Perhatian!Rumus error? gunakan google chrome atau firefox

Dasar-dasar dan cara pengambilan sampel

Seperti yang sudah dijelaskan artikel artikel sebelumnya bahwa penarikan sampel dilakukan karena tidak memungkinkan penelitian dilakukan untuk seluruh elemen populasi. Untuk itu perlu kita ketahui cara pengambilan sampel yang tepat.

Beberapa alasan lain Mengapa perlu penarikan sampel adalah:

  • Keterbatasan waktu dan biaya
  • Tidak memungkinkan dilakukan untuk seluruh elemen populasi
  • Diketahui atau diasumsikan bahwa seluruh elemen populasi adalah seragam

Terdapat dua cara pengambilan sampel yaitu secara acak (random) dan bukan acak (nonrandom).

Metode Pengambilan Sampel

1. Pengambilan Sampel dengan Metode Sampel acak (Random sampling)

Pengambilan sampel dengan cara acak adalah salah satu cara yang paling direkomendasikan dalam penelitian. 

Pengambilan sampel dengan cara acak adalah suatu cara pemilihan sejumlah elemen dari populasi untuk dijadikan sebagai anggota sampel dimana pemilihannya dilakukan sedemikian rupa sehingga setiap elemen populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai anggota sampel.

Dari definisi sampel acak sudah dapat dibayangkan bahwa pemilihan sampel dengan cara ini dapat digunakan untuk memperkirakan kondisi populasi.

Metode pengambilan sampel dengan cara acak juga disebut sebagai probability sampling dimana setiap elemen populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih menjadi sampel.

Untuk populasi dengan ukuran kecil pemilihan sampel dapat dilakukan dengan menggunakan metode lotre. 

Metode tersebut juga memenuhi kriteria probability sampling asalkan sebelumnya seluruh gulungan dicampur merata sebelum dilakukan pemilihan.

Untuk populasi yang berukuran besar dibutuhkan alat bantu berupa tabel angka random yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga saat digunakan dapat menjamin ke acakan dari angka yang terpilih.

Baca Juga:  Panduan Uji Chi Square Untuk Kasus Satu Sampel

2. Pengambilan Sampel dengan Metode Sampel bukan acak (nonrandom sampling)

Pengambilan sampel bukan acak adalah suatu cara pengambilan Element dari populasi untuk dijadikan sebagai anggota sampel dimana pemilihannya didasarkan kepada subjektivitas pemilih. 

Metode pemilihan sampel dengan cara ini tidak memenuhi kaidah peluang artinya setiap elemen populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel.

Pemilihan sampel yang tidak menggunakan kaidah peluang disebut sebagai nonprobability sampling

Umumnya pemilihan sampel dengan cara ini dilakukan untuk kepentingan dengan beberapa pertimbangan tertentu misalnya biaya, waktu, dan petugas yang sedikit sehingga pemilihan sampel lebih pada aspek kemudahan peneliti.

Cara mana yang akan anda gunakan dalam penelitian anda? Tentu saja itu sangat tergantung kepada kebutuhan analisis yang akan anda gunakan.

Perlu dicatat bahwa pengambilan sampel dengan cara non random sampling tidak dapat digunakan untuk kepentingan inferensial statistik. 

Inferensial statistik adalah metode yang digunakan untuk melakukan analisis dari sebagian data (sampel) untuk kemudian sampai pada estimasi atau penarikan kesimpulan mengenai karakter populasi atau data induknya.

Kesimpulan yang dapat kita ambil dalam artikel ini adalah dengan menggunakan metode probability sampling memungkinkan kita untuk melakukan analisis statistik. 

Analisis statistik seperti pengujian hipotesis, membuat perkiraan interval, serta memperkirakan besarnya tingkat kesalahan pengujian adalah bagian yang dapat dilakukan disini.

Beberapa jenis probability sampling

  • Sampling Acak adalah sampling yang pemilihan elemen-elemen populasinya dilakukan secara acak (random). Pemilihan ini dilakukan dengan menggunakan lotere, undian atau tabel bilangan acak (table of random number).
  • Simple Random Sampling ialah samplin dimana pemilihan elemen populasi dilakukan sedemikian rupa , sehingga setiap elemen tersebut mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih.
  • Multistage Random Sampling merupakan sampling dimana pemilihan elemen anggota sampel dilakukan secara bertahap.
  • Cluster Randim Sampling adalah sampling dimana elemen terdiri dari elemen-elemen yag lebih kecil disebut klaster. Klaster yang terpilih sebagai sampel, maka seluruh elemennya harus diteliti satu per satu. Berbeda dengan stratified random sampling dimana setiap stratum diambil sampelnya untuk membuat perkiraan guna mewakili parameter dari stratum yang bersangkutan.
  • Systematic Random Sampling ialah sampling dimana pemilihan elemen pertama dipilih secara acak (random), sedangkan elemen berikutnya dipilih secara sistematis berjarak k, dimana k = N/n. Caranya sebagai berikut : pilih salah satu angka secara acak dari 1 sampai dengan k.
  • Stratified Random Sampling yaitu sampling dimana pemilihan elemen anggota sampel dilakukan sebagai berikut.
  • pertama, populasi dipecah atau dibagi menjadi populasi yang lebih kecil yang disebut STRATUM. Pembuatan STRATUM harus homogen atau relatif homogen, misalnya menjadiStratum (k= 2,3 atau lebih).
  • kedua, setiap STRATUM diambil sampel secara acak, kemudian dibuat perkiraan untuk mewakili STRATUM yang bersangkutan.
  • ketiga, pada perkiraan untuk seluruh populasi dipergunakan rumus gabungan.

Demikian artikel mengenai dasar-dasar dan cara pengambilan sampel dalam penelitian. 

Baca Juga:  Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)

Jika ada yang ingin ditanyakan atau silakan ajukan pertanyaan di kolom komentar atau kirimkan melalui email yang tersedia pada halaman kontak.

print

Tinggalkan Pesan

Loading Facebook Comments ...
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons
Read previous post:
Pengertian populasi dan sampel dalam statistika

Dalam mempelajari statistika, selain tidak akan lepas dari membahas tentang...

Pengertian statistik deskriptif dan statistik inferensia

Statistik Deskriptif dan Statistik Inferensia - Banyak yang berpikiran bahwa statistika...

Close