Perhatian!Rumus error? gunakan google chrome atau firefox

Pengertian dan Rumus Indeks Nilai Tukar Petani

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani (IT) dengan indeks harga yang dibayar petani (IB) yang dinyatakan dalam persentase. Secara konsepsional, Nilai Tukar Petani (NTP) diartikan sebagai pengukur kemampuan tukar barang-barang (produk) pertanian yang dihasilkan petani dengan barang atau jasa yang diperlukan untuk konsumsi rumah tangga dan keperluan dalam memproduksi produk pertanian.

Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator proxy untuk melihat tingkat kesejahteraan petani. Indeks ini juga dapat digunakan untuk menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Sehingga, ada indikasi bahwa semakin tinggi NTP, relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.

Baca Juga : Cara menghitung Angka Inflasi

Kriteria NTP

Secara umum, Terdapat 3 kriteria NTP yaitu :
a. NTP > 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu lebih baik dibandingkan dengan NTP pada tahun dasar.
b. NTP = 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu sama dengan NTP pada tahun dasar.
c. NTP < 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu menurun dibandingkan NTP pada tahun dasar.

Peta Konsep nilai tukar petani (NTP)

Unsur Pembentuk Nilai Tukar petani

  • Indeks harga yang diterima petani (It) adalah perbandingan antara harga yang diterima petani pada tahun berlaku dengan harga tersebut pada tahun dasar.

Indeks harga yang diterima petani meliputi dua kelompok yaitu:

  1. kelompok tanaman bahan makanan(TBM)
    • Indeks kelompok padi
    • Indeks kelompok palawija
    • Indeks kelompok sayur-sayuran
    • Indeks kelompok buah-buahan
  2. kelompok tanaman perdagangan rakyat(TPR)
    • Indeks kelompok tanaman perkebunan rakyat
  • Sedangkan perbandingan antara harga yang dibayarkan petani pada tahun berlaku dengan harga yang dibayarkan petani pada tahun dasar merupakan indeks harga yang dibayarkan petani (Ib).
Baca Juga:  Analisis Korelasi : Pengertian, Contoh Soal dan Jenis Korelasi

Indeks harga yang dibayar petani meliputi dua kelompok besar yaitu:

  1. Konsumsi rumah tangga (KRT)
    • Indeks kelompok makanan
    • Indeks kelompok perumahan
    • Indeks kelompok pakaian
    • Indeks kelompok aneka barang dan jasa
  2. Kelompok Biaya Produksi & Penambahan Barang Modal (BPPBM).
    • Indeks kelompok non faktor produksi
    • Indeks kelompok upah
    • Indeks kelompok lainnya
    • Indeks kelompok penambahan barang modal

Kelompok KRT mencakup makanan, perumahan, pakaian dan aneka barang dan jasa. Kelompok BPPBM mencakup biaya produksi, non faktor produksi dan penambahan barang modal.

NTP ditentukan oleh interaksi antara empat unsur harga yang terpisah, yaitu harga luaran pertanian, harga masukan pertanian, harga luaran sektor industri perkotaan (non pertanian) dan harga masukan sektor non-pertanian.

Rumus Nilai Tukar Petani (NTP)

Walaupun sebagai suatu konsep, nilai tukar sudah jelas dengan sendirinya, di dalam penelitian empiris besaran angka ini sangat tergantung kepada implikasi apa yang ingin ditarik darinya. Sementara ini di Indonesia, baik secara konsepsional maupun dalam penelitian empiris, rumus nilai tukar yang sering digunakan yaitu:

  • Konsep barter: yang menunjukkan harga nisbi suatu komoditas tanaman terpilih yang dihasilkan petani terhadap barang niaga bukan-pertanian yang dibutuhkanpetani dengan rumus matematis :

\(NT=\frac {Px}{Py} × 100\)

Px adalah harga atau indeks harga komoditas yang dihasilkan petani dan Py adalah harga atau indeks harga komoditas yang dibeli petani.

  • Konsep faktor tunggal: yang menunjukkan pengaruh perubahan teknologi terhadap nilai tukar (1) dan dirumuskan sebagai:

NT = Ey × NT

Ey adalah tingkat produktivitas komoditas pada waktu tertentu diukur sebagai nisbah nilai hasil dibagi biaya produksi yang dikorbankan per hektar untuk memperoleh hasil.

  • Konsep pendapatan: yang menyatakan bahwa nilai hasil yang diproduksi petani dengan nilai keluaran per hektar untuk memperoleh hasil, sehingga ditulis sebagai :
Baca Juga:  Contoh Soal Uji Kruskal Wallis: Contoh Kasus dan Pembahasan Lengkap

\(NT=\frac {Px . Qx}{Py . Qy} × 100\)

  • Konsep subsisten: menyatakan nilai hasil komoditas yang dihasilkan petani,yang mampu ditukarkan dengan sejumlah nilai barang yang diperlukan petani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari bersama rumah tangganya

(Badan Litbang – UKSW 1984). Konsep ini dirumuskan sebagai berikut:

\(NT=\frac {Px . Qx}{(Py . Qy) + (Pz . Qz) } × 100\)

Yang mana z adalah satuan komoditas yang dibeli petani guna memenuhi 5 kebutuhan hidupnya.

  • Konsep BPS: Nilai tukar yang dihitung oleh BPS ini lebih mendekati rumus nomor (4) yang mana indeks harga yang diterima dan indeks harga yang dibeli petani dihitung menurut metode Laspeyres. Sehingga besaran nilai tukar yang dipublikaskan oleh BPS dirumuskan sebagai berikut :

\(NT=\frac {It}{Ib}×100\),

dimana;

\(It =\frac {\frac {P_t}{P_{t-1}}×P_{t-1}Q_0}{P_0Q_0}×100\)

It adalah indeks dan Pt adalah harga bulan ke-t; Pt-1Qo adalah nilai konsumsi bulan ke t-1 dan PoQo adalah nilai konsumsi tahun dasar.

Demikian artikel mengenai nilai tukar petani, jika ada yang salah atau membingungkan silahkan tinggalkan pesan.

print

Tinggalkan Pesan

Loading Facebook Comments ...
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons
Read previous post:
Rumus dan Cara Menghitung Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio)

Rasio jenis kelamin- isu mengenai kesetaraan gender menjadi topik yang...

Analisis Korelasi : Pengertian, Contoh Soal dan Jenis Korelasi

Analisis Korelasi -Dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua kejadian terjadi saling...

Close