web tracker
Teks Eksplanasi: Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah, Contoh

Teks Eksplanasi

Banyaknya media sebagai sarana penyampaian berita, mulai dari media daring atau online hingga media cetak, memudahkan masyarakat mengakses informasi apapun, kapanpun dan dari manapun.

Seringkali kita membaca teks berisikan berita dengan berbagai tema atau topik, seperti berita unjuk rasa di daerah tertentu, bencana alam – seperti gempa bumi hingga banjir bandang, dengan penjelasan lengkap daerah mana yang terdampak dan jumlah total korban, hingga proses jalannya evakuasi.

Teks-teks diatas termasuk dalam kategori teks eksplanasi. Tapi, tahukah para pembaca sekalian apa itu teks eksplanasi?

Di artikel kali ini, kami akan membahas seputar teks eksplanasi. Mulai dari pengertian, tujuan, ciri-ciri, struktur, kaidah, hingga contoh dari teks eksplanasi.
Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

1. Pengertian Teks Eksplanasi

Yang dimaksud dengan teks eksplanasi adalah suatu teks yang menjelaskan atau menerangkan perihal proses terjadinya suatu fenomena, baik fenomena sosial atau fenomena alam.

Di dalam teks eksplanasi pula dijelaskan bagaimana sebuah peristiwa muncul akibat peristiwa lain sebelumnya, pun peristiwa tersebut menimbulkan peristiwa lain setelahnya.

Pengertian Teks Eksplanasi
Pengertian Teks Eksplanasi

Dapat disimpulkan bahwa teks eksplanasi menjelaskan proses mengapa dan bagaimana suatu peristiwa dapat terjadi, beserta hubungan sebab akibat dan proses yang bersmaan dengan munculnya peristiwa tersebut.

Selain penjelasan di atas, beberapa ahli memberi pendapat mereka mengenai teks eksplanasi. Antara lain:

  • Teks Eksplanasi menurut Restuti

Teks eksplanasi ialah suatu teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam maupun sosial.

  • Teks Eksplanasi menurut Mahsun

Teks eksplanasi adalah teks yang disusun dengan struktur yang terdiri dari bagian-bagian yang memperlihatkan pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi atau penutup.

Bagian pernyataan umum berisikan informasi singkat mengenai topik yang dibicarakan. Pada bagian deretan penjelas berisikan urutan uraian atau penjelasan dari peristiwa yang terjadi.

Sedangkan pada bagian interpretasi berisikan pendapat singkat dari penulis mengenai peristiwa yang terjadi. Bagian ini adalah penutup teks eksplanasi yang sifatnya boleh ada atau tidak, atau kondisional.

2. Tujuan Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki beberapa tujuan, diantaranya:

  • Menguraikan atau menjelaskan peristiwa yang terjadi, dimana para pembaca diharapkan dapat memahami latar belakang peristiwa secara jelas dan logis.
  • Menerangkan sebab-akibat dari suatu peristiwa. Dalam pembuatan teks eksplanasi, penulis akan menggunakan fakta-fakta yang berfungsi sebagai penyebab atau akibat dari terjadinya peristiwa tersebut.

3. Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat mengindikasikan suatu teks sebagai teks eksplanasi. Antara lain:

  • Informasi yang terdapat dalam teks berdasarkan fakta ‘faktual’ tanpa penambahan opini dari penulis.
  • Bersifat informatif dan tidak berusaha untuk mempengaruhi para pembaca agar percaya dengan topik yang sedang dibahas.
  • Teks memiliki struktur tersendiri, yakni dari pernyataan umum, penjelasan sebab-akibat dari topik yang dibahas, dan interpretasi.
  • Teks eksplanasi memuat topik yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan atau topik yang bersifat ilmiah.
  • Di dalam teks eksplanasi, penjelasan menggunakan sequence markers. Contohnya: pertama, kedua ketiga, dan seterusnya. Dapat juga menggunakan: pertama, berikutnya, dan terakhir.

4. Struktur Teks Eksplanasi

Seperti yang telah dijelaskan pada sub-artikel di atas, teks eksplanasi memiliki struktur tertentu dalam kepenulisan. Struktur tersebut adalah:

a. Pernyataan Umum

Dalam pernyataan umum ini berisikan tentang penjelasan atau pernyataan umum yang menilik pada garis besar peristiwa yang akan dibahas. Penjelasan atau pernyataan umum ini dapat berupa penguraian singkat mengenai suatu peristiwa atau fenomena.

b. Penjelasan Sebab-Akibat

Bagian ini memuat informasi sebab-akibat dari suatu peristiwa, yang disajikan secara urut dan bertahap sehingga dapat menjelaskan peristiwa secara rinci dari awal hingga akhir.

c. Interpretasi

Bagian interpretasi yang merupakan bagian penutup teks memiliki sifat kondisional, atau tidak harus ditulis namun dapat ditulis sesuai dengan kebutuhan teks dan penulis.

nterpretasi biasanya memuat intisari atau kesimpulan keseluruhan teks. Bagian ini ditulis dengan struktur dari pernyataan umum hingga penjelasan sebab-akibat dari peristiwa yang dibahas.

4. Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Selain struktur, teks eksplanasi juga memiliki unsur kebahasaan yang berbeda dari jenis teks lainnya. Kaidah kebahasaan teks eksplanasi antara lain:

  • Isi pembahasan teks berfokus pada hal-hal yang sifatnya umum (generic), bukan berfokus pada partisipan manusia (non-human participants).
    Contohnya: banjir, tanah longsor, tsunami, gempa bumi, dan lain-lain.
  • Teks berpeluang memuat istilah-istilah ilmiah.
  • Dalam kepenulisan, teks eksplanasi lebih sering menggunakan verba material dan verba relasional atau kata kerja aktif.
  • Teks ditulis dalam kalimat pasif.
  • Teks eksplanasi ditulis dengan tujuan memberikan justifikasi, bahwa sesuatu yang diterangkan bersifat kausal benar adanya. Bersifat konkret.
  • Memuat konjungsi waktu dan kausal dalam teksnya. Seperti penggunaan jika, bila, sehingga, kemudian, sebelum,dan pertama.

5. Contoh Teks Eksplanasi

Untuk lebih memahami teks eksplanasi, berikut beberapa contoh teks eksplanasi:

A. Pandemi (Wabah)

Pandemi atau wabah adalah sebuah epidemi atau sebuah kondisi dimana suatu penyakit yang sudah menyebar ke beberapa negara atau benua, dimana pada umumnya menjangkiti banyak manusia. Epidemi sendiri memiliki artian sebagai kondisi peningkatan jumlah kasus penyakit tertentu secara tiba-tiba pada suattu populasi di area tertentu.

Sekarang ini, kegiatan di berbagai negara satu persatu terganggu bahkan lumpuh akibat pandemic COVID-19. Penyakit ini sendiri pertama terdeteksi dan menjangkiti masyarakat di kawasan Wuhan, Tiongkok sejak awal tahun 2020. Pada 11 Maret 2020, WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.

Contoh Teks Eksplanasi - Tema COVID-19
Contoh Teks Eksplanasi – Tema COVID-19

COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang sistem penyebarannya melalui manusia ke manusia. Coronavirus adalah kumpulan virus yang dapat menginfeksi sistem pernapasan manusia. Gejala yang umumnya dialami oleh mereka yang terkena virus adalah demam dengan suhu tubuh di atas 38˚ Celcius, batuk kering, hingga kesulitan bernapas.

Penyakit ini tidak dapat dianggap enteng karena telah memakan korban dalam jumlah yang sangat besar, serta proses penyebaran yang sangat cepat tanpa pandang bulu. Pencegahan penyakit COVID-19 ini dapat melalui beberapa cara. Seperti rutin mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir selama 20 detik, memakai masker atau pelindung hidung dan mulut, serta menjaga jarak 2 meter dengan manusia lainnya.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan anjuran physical distancing, dimana masyarakat dianjurkan berdiam diri di rumah selama pandemi berlangsung dan menghindari tempat umum. Beberapa wilayah dengan tegas akan memberi hukuman pada mereka yang melanggar aturan, baik sengaja maupun tidak sengaja.

B. Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan Bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba, yang memunculkan gelombang seismik. Munculnya gempa bumi ini sebagai akibat dari pergerakan kerak Bumi atau lempeng Bumi yang letaknya berada di dalam lapisan Bumi.

Frekuensi atau besarnya daya gempa bumi ini bergantung dari seberapa besar gaya yang dilepaskan dari pergeseran lempeng Bumi. Untuk mengukur besar kecilnya ukuran gempa bumi, dibutuhkan alat ukur yang biasa disebut Seismometer. Skala yang digunakan untuk menyebut besaran gempa bumi dinamakan Skala Richter.

Gempa bumi dengan skala lebih dari 5 Skala Richter berpotensi menimbulkan gelombang air laut pasang atau disebut tsunami. Baik gempa bumi dan tsunami dapat menyebabkan banyak kerugian di permukaan Bumi, seperti kerusakan bangunan, permukaan tanah yang bergeser hingga jatuhnya banyak korban jiwa. Gempa bumi juga dapat menaikkan aktivitas dari gunung berapi.

Contoh Teks Eksplanasi - Tema Bencana Alam Gempa Bumi
Contoh Teks Eksplanasi – Tema Bencana Alam Gempa Bumi

Indonesia merupakan salah satu wilayah yang cukup sering dilanda gempa bumi karena berada pada posisi perpotongan beberapa lempeng Bumi. Beberapa kasus gempa bumi yang pernah melanda Indonesia, seperti pada gempa bumi di kawasan DIY Yogyakarta, gempa bumi dan tsunami Nangroe Aceh Darussalam dan sekitarnya, dan gempa bumi di kawasan Palu.

C. Banjir

Banjir merupakan salah satu peristiwa bencana alam yang terjadi sebagai akibat dari aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir sendiri dapat diakibatkan oleh beberapa hal, seperti masuknya air pasang laut dalam skala besar ke daratan dan meluapnya aliran air pada sungai, danau atau waduk.

Banjir dalam skala kecil, biasanya hanya merendam daratan dalam kurun waktu tertentu dan tidak menimbulkan banyak kerugian. Lain hal nya jika banjir terjadi dalam skala besar, tidak hanya merendam daratan, banjir juga dapat menelan korban jiwa apabila berlangsung dalam kurun waktu yang lama.

Contoh Teks Eksplanasi - Tema Bencana Alam Banjir
Contoh Teks Eksplanasi – Tema Bencana Alam Banjir

Beberapa wilayah di Indonesia sangat rentan dengan banjir karena struktur geografisnya. Contohnya, seperti banjir DKI Jakarta. Wilayah yang lebih rendah daripada permukaan air laut, mengakibatkan DKI Jakarta sangat sering dilanda banjir. Selain itu, sistem drainase atau pembuangan air yang terganggu juga menjadi salah satu penyebab adanya banjir.

Peristiwa bencana alam ini dapat dicegah dengan membuang sampah pada tempatnya, menciptakan banyak ruang terbuka hijau yang dapat menampung banyak air tanah, hingga memperbaiki sistem drainase yang ada.

D. Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan adalah suatu kondisi adanya api yang tidak terkendali di kawasan yang mempunyai vegetasi yang mudah terbakar, dan dalam konteks ini adalah hutan.

Secara alamiah, penyebab dari kebakaran hutan adalah adanya erupsi vulkanik, cuaca kering dan petir. Kebakaran hutan ya

Contoh Teks Eksplanasi - Tema Kebakaran Hutan
Contoh Teks Eksplanasi – Tema Kebakaran Hutan

ng diakibatkan oleh erupsi vulkanik biasanya terjadi pada kawasan hutan gunung berapi. Lelehan lava yang turun menyulut vegetasi hutan hingga terjadi kebakaran hutan.

Penyebab lainnya adalah hasil dari pembukaan lahan untuk ladang yang biasa disebabkan oleh manusia. Pembakaran lahan tertentu untuk membuka kawasan ladang berubah menjadi kebakaran hutan hebat ketika api tidak dapat dikendalikan.

Dengan semakin sedikitnya kawasan hutan di Indonesia, hendaknya masyarakat tidak membuka lahan hutan sebagai kawasan ladang. Berkurangnya kawasan hutan dapat mengakibatkan pemanasan global, dimana makin berkurangnya oksigen serta penipisan lapisan ozon.

E. Fenomena Sosial

Yang dimaksud dengan fenomena sosial adalah gejala-gejala atau peristiwa yang terjadi serta diamati dalam kehidupan sosial. Fenomena sosial juga dapat disebut sebagai gejala sosial.

Fenomena sosial dapat disebabkan oleh bentuk bentuk perubahan sosial, seperti faktor kultural dan faktor struktural. Faktor kultural adalah nilai yang tumbuh dan berkembang di dalam komunitas masyarakat, sedangkan faktor struktural adalah suatu keadaan yang mempengaruhi struktur yang telah tersusun dengan pola tertentu.

Contoh Teks Eksplanasi - Fenomena Sosial
Contoh Teks Eksplanasi – Fenomena Sosial

Fenomena sosial terdiri dari beberapa kategori, seperti ekonomi, budaya, lingkungan alam dan psikologis. Dipengaruhi oleh faktor ekonomi, fenomena sosial biasanya terjadi dalam bentuk masalah kependudukan, pengangguran, kemiskinan dan lain-lain.

Sedangkan untuk budaya, adanya pertentangan dua budaya lokal yang berbeda atau bentroknya budaya lokal dengan budaya internasional menjadi penyebab dari adanya fenomena sosial.

Selanjutnya, fenomena sosial yang disebabkan oleh lingkungan alam dapat berupa adanya bencana alam atau wabah penyakit. Yang terakhir, psikologis, fenomena sosial terjadi akibat dari gangguan jiwa yang terjadi pada individu.

F. Sosial (dengan tema media sosial)

Media sosial sekarang ini menjadi sebuah fenomena tersendiri di masyarakat, mulai dari yang muda hingga tua. Sebanyak 80% populasi masyarakat Indonesia memiliki akun media sosial yang beragam jenisnya. Contohnya, Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya.

Media sosial ini tidak hanya digunakan untuk berbagi foto dan video pribadi, namun juga dapat menjadi sarana mencari pundi-pundi dengan fitur bisnis yang memungkinkan pengguna melakukan promosi usaha dengan cuma-cuma.

Contoh Teks Eksplanasi - Media Sosial
Contoh Teks Eksplanasi – Media Sosial

Hadirnya media sosial membawa dampak baik dan buruk di tengah penggunanya. Untuk dampak baik, seperti contoh di atas, dimana pengguna dapat mengembangkan bisnis melalui media sosial. Selain itu, para pengguna juga dapat menambah teman atau tetap berinteraksi dengan teman dan keluarga yang berbeda wilayah.

Dampak buruknya, keterbukaan informasi di media sosial dapat memunculkan berbagai pelanggaran hukum. Contohnya penculikan, manipulasi data untuk melakukan tindak kejahatan, perselingkuhan, dan lain sebagainya.

Sebagai pengguna ponsel pintar, masyarakat hendaknya lebih pintar dan bijak menggunakan kemudahan informasi yang ada dengan berbagi dan melakukan kebaikan di media sosial agar tidak dirugikan dan merugikan diri sendiri maupun orang lain.

G. Budaya (dengan tema K-Pop)

K-pop atau Korean Pop merupakan salah satu fenomena budaya yang sedang berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Korean Pop sendiri adalah jenis musik populer yang berasal dari negara Korea Selatan. Persebaran K-pop ke berbagai penjuru dunia merupakan salah satu dampak dari Korean Wave atau Demam Korea yang telah ada sejak tahun 2000-an.

Sama seperti musik pada umumnya, musik K-pop memiliki berbagai genre di dalamnya, seperti jazz, trot, pop, rock dan lain-lain. Namun, seiring berjalannya waktu, K-pop identik dengan boy group atau girl group yang membawakan lagu pop dengan berbagai konsep diiringi dengan koreografi rumit di seluruh penampilan. Tidak hanya menjadikan musik sebagai penarik minat, visual dari idol K-pop juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi penggemar.

Contoh Teks Eksplanasi - Tema Budaya (K-Pop)
Contoh Teks Eksplanasi – Tema Budaya (K-Pop)

Sejak tahun 2018, sudah banyak artis K-pop yang menyambangi Indonesia, hingga menjadi brand ambassador berbagai produk dalam negeri. Contohnya, ulang tahun stasiun televisi Trans TV yang mengundang NCT Dream dan EXO sebagai bintang tamu, konser tunggal beberapa grup dan musisi yakni Super Junior, Day6, IKON dan Twice, produk Mie Sedaap yang menggunakan Choi Siwon ‘Super Junior’ dan produk Neo Coffee yang menggunakan Lucas Wong ‘NCT / WayV’, produk Nu Green Tea yang mendapuk NCT 127 sebagai brand ambassador.

Meski menimbulkan banyak pro dan kontra di tengah masyarakat, pemakaian idol K-pop sebagai brand ambassador juga tidak terlepas dari latar belakang idol itu sendiri. Seperti sosok Choi Siwon yang juga face of UNICEF dan berbagai kebaikan yang telah ia lakukan terhadap negaranya dan dunia patut dipuji dan diikuti, terlepas dari pekerjaannya di dunia entertainment.

H. Pendidikan (dengan tema UNBK)

Perkembangan teknologi sekarang ini telah merambah ke semua bidang, tidak terkecuali bidang pendidikan. Salah satu contoh nyata dampak berkembangnya teknologi di bidang pendidikan yakni penggunaan komputer dalam Ujian Nasional yang dikenal sebagai UN CBT (Ujian Nasional Computer Based Test).

Metode jenis Ujian Nasional yang baru ini akan menggantikan metode lama yang menggunakan kertas, atau biasa disebut dengan UN PBT (Ujian Nasional Paper Based Test). Meski metode baru dalam Ujian Nasional ini digadang-gadang dapat mengurangi angka kecurangan dalam ujian dan meminimalisir kesalahan pembacaan jawaban, namun dalam prosesnya, UN CBT juga mengalami beberapa kesalahan.

Contoh Teks Eksplanasi - Tema Pendidikan (UNBK)
Contoh Teks Eksplanasi – Tema Pendidikan (UNBK)

Cara baru yang dinilai lebih praktis dan efisien dalam mengerjakan Ujian Nasional ini nyatanya mendapatkan cukup banyak protes, baik dari kalangan pengajar maupun para siswa. Beberapa kendala seperti mati listrik, terhambatnya koneksi internet dan gangguan pada server, menjadi beberapa faktor yang dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya UN CBT ini.

Meski banyak yang mendukung penggunaan UN CBT, tidak sedikit pula yang berharap jalannya Ujian Nasional akan tetap menggunakan metode lama, yakni dengan menggunakan kertas atau metode Ujian Nasional manual. Metode lama ini dianggap lebih familiar bagi para guru maupun siswa yang akan menjalani Ujian Nasional mendatang. (disadur dari brainly.com)

I. Korupsi

Dalam pengertian harfiahnya, korupsi memiliki pengertian sebagai tindakan penggelapan atau penyelewengan uang negara, perusahaan, dan sebagainya, untuk kepentingan pribadi atau orang lain.

Contoh Teks Eksplanasi - Tema Korupsi
Contoh Teks Eksplanasi – Tema Korupsi

Tindak korupsi sendiri memiliki beberapa tingkatan, mulai dari yang paling ringan seperti penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, hingga tindak korupsi tingkat berat.

Tindak korupsi memiliki beberapa ciri-ciri, antara lain:

  • Pengkhianatan kepercayaan;
  • Penipuan terhadap instansi pemerintahan;
  • Melalaikan kepentingan umum dan kepentingan khusus dengan sengaja;
  • Melibatkan lebih dari satu orang atau pihak;
  • Dilakukan dengan rahasia, kecuali dalam keadaan dimana orang-orang yang berkuasa atau pihak bawahan menganggap tidak perlu;
  • Adanya kewajiban dan keuntungan bersama, dalam bentuk uang atau yang lain;
  • Kegiatan korupsi berpusat pada mereka yang menghendaki keputusan yang pasti dan mereka yang dapat mempengaruhi;
  • Terdapat adanya usaha untuk menutupi perbuatan korupsi dalam bentuk-bentuk pengesahan hukum;
  • Menunjukkan fungsi ganda yang kontradiktif pada mereka yang melakukan tindak korupsi;

Penyebab tindak korupsi bermacam-macam. Contohnya, adanya masalah ekonomi seperti rendahnya penghasilan yang didapat dibandingkan dengan kebutuhan hidup dan gaya hidup konsumtif, adanya budaya memberi tips atau uang pelican dalam berbagai konteks, sanksi hukum yang lemah dan dianggap tidak mampu menimbulkan efek jera, hingga penerapan hukum yang tidak konsisten dari institusi penegak hukum serta kurangnya pengawasan hukum.

Tindak korupsi tentu hanya akan membawa dampak negatif, baik bagi pelaku tindak korupsi maupun bagi lingkungan keluarga hingga lingkungan institusi dimana pelaku melakukan tindak korupsi.

Dalam upaya untuk memberantas tindak korupsi, sangat diperlukan kerjasama semua pihak dan elemen masyarakat, tidak hanya bergantung pada institusi-institusi tertentu saja. Diperlukan sinergi dari semua pihak untuk memiliki visi, misi, tujuan dan indikator yang sama mengenai makna Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN).

Pun, semua pihak diharuskan dapat selaras melaksanakan dan menerapkan seluruh kebijakan yang telah dirumuskan dengan melaksanakan penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap tiap pelanggaran KKN, sesuai dengan aturan hukum yang telah ditetapkan.


Nah, sekian penjelasan dari kami mengenai teks eksplanasi. Semoga artikel kali ini dapat membantu para pembaca sekalian ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.