Sistem Peredaran Darah Manusia

S

Hai para pembaca sekalian? Bagaimana kabarnya? Semoga semua senantiasa sehat dan bahagia di tengah keadaan darurat ini, ya!

#DiRumahAja bukan berarti dihabiskan dengan kegiatan malas-malasan ya, para pembaca sekalian!

Teritori Indonesia yang banyak dikelilingi oleh lautan, membuat wilayah di Indonesia paling tidak dilewati satu aliran sungai yang nantinya, air di sungai akan langsung menuju lautan.

Aliran sungai di Indonesia sendiri memiliki banyak kegunaan, seperti irigasi pertanian atau perkebunan, sumber air minum dan sumber air untuk kehidupan sehari-hari di beberapa wilayah, sebagai sarana ternak ikan warga, hingga sebagai sarana transportasi.

Untuk sarana transportasi, banyak masyarakat pesisir yang menggunakan aliran hilir sungai sebagai tempat sandar perahu ketika air laut surut, dan kembali berlayar ketika air laut pasang dan memenuhi sebagian besar hilir sungai.

Sama seperti aliran sungai dan beragam kegunaan atau fungsi yang dibawa, di tubuh manusia juga terdapat aliran atau sistem sirkulasi yang sangat penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Sistem sirkulasi sendiri memiliki pengertian sebagai sistem transportasi yang memiliki kegunaan untuk mengangkut atau membawa berbagai zat penting dari dan ke seluruh tubuh.

Sistem sirkulasi pada manusia dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni sistem peredaran darah dan sistem limfa.

Pada artikel ini, kami akan membahas apa itu sistem peredaran darah manusia beserta seluruh fungsinya. Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

1. Pengertian Sistem Peredaran Darah Manusia

Yang dimaksud dengan sistem peredaran darah atau dapat disebut sistem kardiovaskular adalah sistem organ yang mempunyai fungsi untuk memindahkan zat ke dan dari sel.

Organ Peredaran Darah Manusia
Organ Peredaran Darah Manusia

Sistem tersebut membantu menstabilkan suhu dan pH pada tubuh.

Sistem peredaran darah manusia juga merupakan bagian dari sistem kerja jantung dan jaringan pembuluh darah atau sistem kardiovaskuler.

Sistem ini sangat penting dan sifatnya vital, karena menjamin kelangsungan hidup suatu organisme, dengan didukung metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia serta fisiologis pada cairan tubuh.

Sebagai sistem transportasi, sistem peredaran darah manusia melibatkan tiga komponen, antara lain:

  • Darah, sebagai medium transportasi,
  • Jantung, sebagai pompa,
  • Pembuluh darah sebagai saluran transportasi.

Dalam prosesnya, terdapat dua fungsi utama sistem peredaran darah manusia, yaitu:

  1. Pertama, darah akan mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dengan arah yang berlawanan.
  2. Kedua, zat yang diangkut oleh darah merupakan nutrisi yang bersumber dari pencernaan. Misalnya, gula, lemak dan protein. Dari sistem pencernaan ke jaringan untuk mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan yang ada untuk selanjutnya diproses tubuh atau disimpan.

Sisa metabolisme, seperti urea atau asam urat nantinya akan diangkut ke jaringan lainnya atau pada organ ekskresi.

2. Macam-Macam Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah manusia termasuk dalam kategori peredaran darah tertutup dan ganda. Yang dimaksud dengan peredaran darah tertutup adalah dimana darah melewati suatu pembuluh.

Sedangkan peredaran darah ganda karena terdiri dari peredaran darah besar atau peredaran darah sistemik, dari jantung ke seluruh tubuh; dan peredaran darah kecil atau peredaran darah pulmonal, dari jantung ke paru-paru.

2.1 Peredaran Darah Besar (Sistematik)

Siklus peredaran darah besar atau peredaran darah sistematik yakni dimulai dari darah yang mengandung oksigen dipompa dari bilik kiri jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung. Lebih rincinya, sebagai berikut:

Bilik kiri > Aorta > Seluruh tubuh (kecuali paru-paru) > Vena Kava > Serambi Kanan

2.2 Peredaran Darah Kecil (Pulnomal)

Siklus peredaran darah kecil atau peredaran darah pulmonal dimulai dari darah yang mengandung karbon dioksida atau CO2 dipompa dari bilik kanan jantung ke paru-paru.

Di paru-paru nantinya akan terjadi pertukaran gas yang mengbah karbon dioksida menjadi oksigen saat keluar dari paru-paru, lalu kembali lagi ke jantung. Untuk lebih rincinya, sebagai berikut:

Bilik kanan > Arteri Pulmonalis > Paru-paru > Vena Pulmonalis > Serambi Kiri.

3. Komponen Utama dalam Sistem Peredaran Darah Manusia

Setelah mengetahui jenis-jenis sirkulasi peredaran darah manusia, kali ini kami akan membahas komponen-komponen utama dalam sistem peredaran darah manusia. Yaitu, jantung, pembuluh darah dan darah.

3.1 Jantung

Jantung adalah organ peredaran darah pada manusia yang memiliki bentuk seperti kerucut tumpul dengan ujung bawah yang sedikit miring ke bagian kiri.

Anatomi Jantung
Anatomi Jantung – Sumber : SurabayaPagi

Organ ini terletak di antara paru-paru dan di atas diafragma di dalam rongga dada. Ukuran jantung mirip dengan kepalan tangan orang dewasa, dengan berat sekitar 220-260 gram (untuk ukuran orang dewasa).

Jantung memiliki fungsi sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh. Struktur jantung sendiri adalah sebagai berikut:

  • Bagian paling luar jantung terbungkus membran pericardium. Membran ini memiliki bentuk seperti kantong dengan lapisan ganda elastis yang dapat membesar dan mengecil.
  • Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan. Yakni epikardium, miokardium, dan endocardium.
  • Organ jantung mempunyai empat ruangan. Yakni dua serambi dan dua bilik. Serambi mempunyai kegunaan untuk menerima darah dari seluruh tubuh, sedangkan bilik berfungsi sebagai pemompa darah keluar dari jantung.
  • Jantung memiliki tiga katup atau valvula. Yakni valvula bikuspidalis yang letaknya di antara serambi kiri dan bilik kiri. Valvula trikuspidalis yang terletak di antara serambi kanan dan bilik kanan. Valvula semilunaris yang letaknya ada pada pangkal aorta dan arteri.

3.2 Pembuluh Darah

Pembuluh darah merupakan salah satu komponen penting dalam sistem peredaran darah manusia. Pembuluh darah yang dimiliki oleh manusia memiliki bentuk saluran tertutup dengan banyak cabang. Kegunaan dari pembuluh darah adalah untuk mengalirkan darah keluar jantung, lalu kembali lagi ke jantung.

Gambar Macam-macam Pembuluh Darah
Gambar Macam-macam Pembuluh Darah – Sumber : AmongGuru

Pada tubuh manusia, terdapat tiga pembuluh darah utama, yakni pembuluh arteri, pembuluh vena dan pembuluh kapiler.

3.2.1 Pembuluh Darah Arteri

Pembuluh arteri merupakan pembuluh yang memiliki pangkal di bilik jantung. Fungsi dari pembuluh ini adalah untuk membawa darah keluar dari jantung.

Ciri-ciri pembuluh arteri:

  • Dinding pembuluh tebal dan elastis.
  • Ketika diraba, denyutnya dapat dirasakan dengan jelas.
  • Teknanan darah yang melewati pembuluh arteri umumnya kuat
  • Memiliki sebuah katup tepat di luar bilik, yakni valvula semilunaris.

Macam-macam pembuluh arteri:

  • Pembuluh aorta, yakni pembuluh arteri dengan ukuran terbesar dan berpangkal di bilik kiri jantung.
  • Pembuluh arteri pulmonalis, yakni pembulu arteri yang membawa darah dengan karbon dioksida dari jantung ke paru-paru.
  • Pembuluh arteri koroner, yakni pembuluh arteri dengan fungsi sebagai pemberi makanan dan oksigen untuk sel-sel jantung.

Pembuluh arteri memiliki cabang yang lebih kecil lagi, atau dapat disebut sebagai arteriola.

3.2.2 Pembuluh Darah Vena

Pembuluh vena merupakan pembuluh yang memiliki kegunaan untuk membawa darah kembali ke jantung. Ujung dari pembuluh darah ini terletak pada serambi jantung.

Ciri-ciri pembuluh vena:

  • Dinding pembuluh tipis dan kurang elastis
  • Dapat menampung 75% darah
  • Terletak di dekat permukaan tubuh
  • Mempunyai banyak katup di sepanjang pembuluh.

Macam-macam pembuluh vena:

  • Pembuluh vena kava, yakni pembuluh vena terbesar dengan ujung pada serambi kanan jantung. Pembuluh ini memiliki fungsi untuk membawa darah dengan karbon dioksida kembali ke jantung. Pembuluh vena kava dibagi menjadi dua, yakni vena kava superior dan vena kava inferior.
  • Pembuluh vena pulmonalis, yakni pembuluh vena dengan fungsi membawa darah dengan oksigen dari paru-paru ke jantung.
  • Pembuluh vena porta hepatika, yakni pembuluh vena dengan fungsi membawa darah dari berbagai organ pencernaan ke hati.

3.2.3 Pembuluh Darah Kapiler

Pembuluh kapiler merupakan pembuluh darah yang berukura sangat kecil dengan diameter antara 5-10 mikrometer. Pembuluh darah kapiler membentuk jaringan yang rapat dan langsung berhubungan dengan sel-sel yang berada di dalam tubuh manusia.

Ciri-ciri pembuluh kapiler:

  • Mempunyai ukuran sangat kecil yaitu 5-10 mikrometer.
  • Denyut tidak dapat dirasakan.
  • Tidak memiliki kutub.
  • Tersebar di seluruh permukaan tubuh.
  • Jika terluka, darah akan menetes.
  • Bentuknya bercabang-cabang.
  • Tersusun dari satu lapis sel dan sangat sempit.

Macam-macam pembuluh kapiler:

  • Pembuluh kapiler continue yakni pembuluh kapiler yang memiliki dinding dan membran basal yang utuh. Terdapat di sebagian besar jaringan tubuh.
  • Pembuluh kapiler fenestrated yakni pembuluh kapiler yang memiliki dinding dan membran basal yang tida utuh karena berupa pori-pori. Terdapat di pankreas, ginjal dan usus.
  • Pembuluh kapiler sinusoidal yakni pembuluh kapiler yang tidak memiliki bentuk silinder dan sedikit tidak beraturan. Terdapat di hati, limpa, sumsung tulang dan terakhir terdapat di sistem endokim.

3.3 Darah

Ilustrasi Gambar Darah
Ilustrasi Gambar Darah – Sumber : HalloDoc

Di dalam tubuh manusia, setidaknya terdapat 4 hingga 5 liter darah. Darah memiliki beragam peranan penting dalam sistem peredaran darah manusia. Selain itu, darah juga memiliki fungsi antara lain sebagai berikut:

  • Mengangkut sari-sari makanan
  • Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh
  • Mengangkut sisa-sisa metabolisme
  • Mengatur pH dan suhu tubuh
  • Melawan penyakit dengan adanya antibodi yang dihasilkan darah
  • Mengedarkan hormon untuk kinerja tubuh

Darah disusun oleh plasma darah dan sel-sel darah. Kadar plasma darah pada di dalam darah sejumlah 55% dengan sisanya diisi oleh sel-sel darah.

3.3.1 Plasma Darah

Darah terlihat cair seperti air yang kita minum pada umumnya, merupakan kinerja dari plasma darah. Plasma darah sendiri terdiri dari 90% air dan 10% tersusun oleh protein plasma, seperti:

  • Globulin, yakni sebagai penghasil antibody
  • Albumin, yakni sebagai osmoregulator
  • Antibodi, yakni zat yang dihasilkan globulin
  • Fibrinogen, yakni berperan dalam proses pembekuan darah
  • Zat makanan dan mineral seperti glukosa
  • Sisa metabolisme, seperti karbon dioksida

Fungsi dari plasma darah ialah untuk mengatur tekanan osmotik, mengangkut sisa-sisa metabolisme, mengangkut sari-sari makanan dan mengedarkan hormone yang berguna mengatur fungsi tubuh.

3.3.2 Sel-Sel Darah

3.3.2.1 Sel darah merah

Sel darah merah atau dapat disebut sebagai eritrosit adalah sel darah yang berwarna merah.

Warna merah ini disebabkan adanya kangdungan hemoglobin, atau senyawa yang memiliki fungsi sebagai pengangkut oksigen dan karbon dioksida melalui pembuluh darah.

Sel-sel Darah
Sel-sel Darah – Sumber : HelloSehat

Eritrosit memiliki bentuk kepingan bikonkaf tidak berinti dengan diameter 8μm dan ketebalan 2 μm. Kadar eritrosit pada darah manusia dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia dan lingkungan.

Eritrosit terbentuk di dalam sumsum tulang belakang dan proses ini dikenal dengan istilah eritropoiesis. Eritrosit memiliki masa hidup 120 hari.

3.3.2.2 Leukosit

Leukosit atau sel darah putih memiliki bentuk yang berubah-ubah dengan ukuran 10 hingga 12 μm dengan memiliki inti. Leukosit dibentuk di sumsum tulang belakang dan jaringan limfa, dengan masa hidup hanya 12 hari.

Leukosit dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan ada tidaknya granula plasma, yakni leukosit granulosit dan leukosit agranulosit.

Leukosit granulosit merupakan leukosit dengan granula pada bagian plasma. Contoh, basofil, neutrofil, dan eusinofil.

Sedangkan leukosit agranulosit merupakan leukosit dengan tidak ada granula pada plasma. Contoh, monosit, limfosit T dan limfosit B.

3.3.2.3 Trombosit

Trombosit atau keping darah adalah sel darah dengan bentuk kepingan dan tidak berinti. Trombosit memiliki ukuran 2 hingga 3 μm dan berguna dalam prosses pembekuan darah, dengan alur seperti berikut:

Luka > pecah trombosit > tromboplastin > protrombin > thrombin > fibrinogen > fibrin.

4. Penyakit yang Mengganggu Peredaran Darah Manusia

Apabila terjadi gangguan pada sistem peredaran darah manusia, hal ini akan berdampak pada fungsi tubuh secara menyeluruh, seperti organ tubuh akan mengalami kerussakan dan munculnya berbagai penyakit serius.

Berikut beberapa penyakit yang mengganggu peredaran darah manusia:

4.1 Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta adalah gangguan penggelembungan pada dinding pembuluh aorta. Aneurisma yang membesar dapat pecah dan menyebabkan perdarahan, hingga kematian.

4.2 Angina

Angina merupakan gejala penyakit arteri koroner. Biasanya, akan terasa nyeri pada dada yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke jantung.

Penyebab lainnya, seperti jantung koroner dari aterosklerosis (penumpukan lemak pada pembuluh darah jantung). Penyakit ini terasa seperti terjepit, berat, rasa tertekan, sesak atau nyeri di dada.

Angina dapat terjadi sewaktu-waktu atau secara tiba-tiba tanpa ada gejala sebelumnya.

4.3 Aritmia

Aritmia merupakan gangguan pada irama jantung. Penderita penyakit ini biasanya merasakan irama jantung yang terlalu lambat, terlalu cepat ataupun tidak teratur.

Gejala aritmia yang muncul seperti jantung berdetak lebih cepat, lebih lambat, pingsan, cepat lelah, pusing dan nyeri dada.

Terdapat beberapa jenis aritmia yang sering dijumpai, antara lain:

  • AV blok, yakni kondisi jantung berdetak lebih lambat
  • Atrial fibrilasi, yakni kondisi jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur
  • Ventrikel ekstra sistol, yakni kondisi ada denyut lain di luar denyut
  • Ventrikel fibrilasi, yakni kondisi ketika jantung hanya bergetar
  • Supraventrikular takikardi, yakni kondisi denyut jantung terlalu cepat

4.4 Aterosklerosis

Aterosklerosis merupakan penyempitan dan pengerasan pada pembuluh darah arteri karena penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Kondisi ini salah satu penyebab umum penyakit jantung koroner.

Gejala penyakit ini antara lain nyeri dada seperti ditekan, gangguan irama jantung, sesak napas, gelisah dan berkeringat, serta nyeri pada pundak, rahang, punggung atau lengan.

4.5 Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan atau congenital heart disease merupakan kelainan pada struktur dan fungsi jantung sejak lahir. Penyakit ini dapat mengganggu aliran darah dari dan ke jantung, hingga dapat berakibat fatal.

4.6 Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi saat tekanan darah berada pada titik 130/80 mmHg atau lebih. Penyakit ini dapat menjadi berbahaya karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh.

Hipertensi selanjutnya dapat memunculkan penyakit yang lebih seriues, seperti stroke, gagal jantung dan gagal ginjal.

4.7 Iskemia Jantung

Para pembaca mungkin sedikit asing dengan penyakit yang satu ini. Penyakit jantung iskemik atau ischaemic heart disease adalah suatu kondisi gangguan jantung yang serius. Adanya kondisi penyempitan pembuluh darah arteri jantung atau disebut pembuluh darah koroner. Pemicu penyakit ini adalah adanya penyumbatan parsial aliran darah ke jantung.

4.8 Kardiomiopati

Kardiomiopati merupakan penyakit yang berhubungan dengan otot jantung atau miokardium, dimana ditemukan adanya kelainan pada otot jantung secara struktur dan fungsi tanpa ada penyakit hipertensi, jantung koroner atau kelainan katup jantung.

Penyebab penyakit ini bermacam-macam, seperti adanya infeksi, kelainan genetik, kekurangan vitamin dan mineral, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan lain-lain.

4.9 Kolesterol

Penyakit ini merupakan penyakit paling umum di masyarakat. Apabila kadar kolesterol dalam darah melebihi kadar normal, maka kondisi ini disebut kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia.

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, seperti stroke dan serangan jantung.

4.10 Penyakit Jantung Rematik

Penyakit jantung rematik merupakan penyakit dengan kondisi katup jantung mengalami kerusakan akibat komplikasi dari demam rematik.

Gejala dari penyakit ini antara lain demam, mimisan, muncul rasa nyeri di perut, berkeringat dan muntah.

4.11 Penyakit Vascular Peripheral

Penyakt vascular peripheral dengan kondisi dimana terjadi penyempitan pembuluh darah yang mengurangi aliran darah ke kaki.

Penyakit ini merupakan tanda penumpukan lemak dan kalsium pada dinding arteri. Gejala yang didapatkan seperti sakit pada kaki, terutama ketika berjalan.

4.12 Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi ketika adanya penyumbatan aliran darah ke otot jantung. Penyakit ini termasuk keadaan darurat medis.

Gejala yang biasa dialami adalah rasa sesak atau nyeri di dada, punggung, lengan, leher, badan limbung, detak jantung abnormal dan kecemasan.

4.13 Tromboemboli Vena (VTE)

Penyakit ini diakibatkan oleh pembekuan darah di vena dalam, biasa terjadi di kaki. Termasuk dalam kondisi serius karena darah beku dapat terlepas dan tersangkut di paru-paru.

Gimana sudah paham kan tentang materi sistem peredaran darah manusia ? Jika kamu memiliki pertanyaan seputar materi diatas. Silahkan kamu tulis di kolom komentar atau bisa bertanya ke kami melalui halaman kontak kami.

Kami akan membantu menjawab pertanyaan kamu. Selamat belajar dan jangan lupa bahagia….!

About the author

Anggraini Puspita

Hobi menulis hal-hal mengenai dunia pendidikan. Berbagi pengetahuan. Insyaallah tidak pelit.

Add Comment