Pembuluh Darah Vena

Tubuh manusia sejatinya disusun dari sekian puluh, ratus, ribu, hingga jutaan organ dan jaringan yang saling berkaitan dan membantu satu sama lain.

Tidak hanya organ-organ besar yang sering kita lihat dan dengar di kehidupan sehari-hari seperti jantung, ginjal, paru-paru atau hati, namun juga ada sendi, syaraf, hingga pembuluh darah.

Tahukah Anda bahwa panjang pembuluh darah manusia dapat membentang melingkari Bumi?

Sebuah penilitan dilakukan oleh para ahli dari National Institue on Aging (NIA) asal Amerika Serikat perihal panjang seluruh pembuluh darah yang ada di tubuh manusia.

Hasilnya, bagian kecil dari tubuh kita itu apabila panjangnya ditotal dapat melingkari Bumi.

Pembuluh darah vena pada seluruh tubuh manusia
Pembuluh darah vena pada seluruh tubuh manusia

Meski kecil, pembuluh darah di tubuh manusia memiliki fungsi dan kegunaan yang sangat penting bagi keberlangsungan sistem organ dan jaringan tubuh manusia.

Seperti, membawa oksigen ke seluruh tubuh agar organ kita selalu segar, membawa nutrisi dan zat-zat penting bagi kinerja organ, dan lain sebagainya.

Pembuluh darah manusia secara umum dibagi menjadi dua, yaitu pembuluh darah arteri dan pembuluh darah vena. Meski sama-sama pembuluh darah, baik arteri dan vena memiliki fungsi, bentuk dan tempat yang berbeda-beda.

Penasaran?

Tenang! Artikel kali ini akan membahas seputar pembuluh darah vena di tubuh manusia. Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

1. Pengertian Pembuluh Darah Vena

Apabila pembuluh darah arteri memiliki tugas untuk mengantarkan darah kaya akan oksigen ke seluruh tubuh, maka pembuluh darah vena memiliki tugas sebaliknya dalam sistem peredaran darah manusia.

Pembuluh darah vena atau dapat disebut sebagai pembuluh balik memiliki fungsi untuk mengangkut darah ke seluruh tubuh.

Pembuluh darah vena terletak di seluruh tubuh dan mempunyai bentuk serta ukuran yang berbeda dibandingkan dengan pembuluh darah lain.

Kebalikan dari pembuluh darah arteri atau pembuluh nadi yang membawa darah kaya akan oksigen, pembuluh darah vena memiliki fungsi sebagai pembawa darah yang kaya akan karbon dioksida.

2. Ciri-Ciri Pembuluh Darah Vena

Ciri-ciri pembuluh darah vena
Ciri-ciri pembuluh darah vena

Terdapat beberapa ciri-ciri dari pembuluh vena yang membedakan pembuluh tersebut dengan pembuluh lainnya, antara lain:

  • Dinding pembuluh cenderung tipis dan tidak elastis
  • Mempunyai ukuran dengan diameter pembuluh antara 1 sampai 1,5 cm
  • Tidak terasa denyut saat diraba
  • Terletak di dekat permukaan tubuh dengan warna kebiru-biruan
  • Dapat menampung 75% dengan ukurannya yang besar
  • Mempunyai katup di sepanjang pembuluh yang memiliki fungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Katup yang terdapat di pembuluh vena membuat aliran darah tetap mengalir ke jantung. Jadi, apabila pembuluh darah vena terluka, darah tidak akan memancar, namun merembes.

3. Proses Kerja Pembuluh Darah Vena

Proses kerja pembuluh darah vena
Proses kerja pembuluh darah vena

Pembuluh darah vena memiliki beberapa proses kerja, yaitu:

  • Pembuluh darah vena masuk ke jantung melalui serambi kanan jantung.
  • Setelah menerima darah dari seluruh tubuh, pembuluh darah vena akan bermuara pada pembuluh darah vena besar, yaitu pembuluh darah vena cava.
  • Darah kapiler yang terdapat di dalam jaringan tubuh akan kembali ke jantung melalui venula, lalu beralih ke pembuluh vena atau pembuluh balik, karena darah yang kembali ke arah jantung mempunyai tekanan yang sangat rendah.
  • Tekanan pembuluh darah yang rendah dapat mengakibatkan darah mengalir kembali meninggalkan jantung. Adanya katup pada pembuluh darah vena berfungsi untuk memastikan darah akan mengalir ke satu arah menuju jantung. Tekanan yang rendah pada pembuluh vena selanjutnya dapat menyebabkan tidak terasa adanya denyut, sehingga darah hanya menetes dan tidak memancar ketika pembuluh darah terluka.
  • Setelah proses pertukaran gas di organ paru-paru, darah akan mengalir kembali ke jantung melalui pembuluh vena yang terdapat di paru-paru. Kemudian, pembuluh darah vena akan membawa darah yang kaya akan oksigen.

4. Fungsi Pembuluh Darah Vena

Pembuluh darah vena memiliki fungsi sebagai medium pengangkut darah kaya akan karbondioksida atau CO2 kembali ke jantung.

Setelah darah melewati proses deoksigenasi di kapiler, darah akan bergerak menuju vena terkecil, yakni venula, lalu menuju vena besar.

Dari seluruh jenis pembuluh vena, vena pulmonalis atau vena paru merupakan satu-satunya pembuluh vena yang mengangkut darah dari paru-paru menuju atrium kiri jantung.

5. Jenis Pembuluh Darah Vena

Pembuluh vena atau pembuluh balik pada tubuh manusia terbagi dalam beberapa jenis. Antara lain:

5.1 Pembuluh Vena Cava

Yakni pembuluh vena yang memiliki fungsi sebagai medium pembawa darah dari seluruh tubuh menuju atrium jantung bagian kanan.

Pembuluh darah vena cava
Pembuluh darah vena cava – Sumber : Wikipedia

Pembuluh vena cava kemudian dibagi menjadi tiga jenis, yakni pembuluh vena cava superior, vena cava inferior, dan vena superfisialis. Berikut penjelasannya:

  • Pembuluh Vena Besar Bagian Atas (Vena Cava Superior)

Yakni jenis pembuluh vena yang memiliki fungsi sebagai penerima dan medium pengangkut darah dari bagian atas tubuh, yaitu bagian kepala dan lengan.

  • Pembuluh Vena Besar Bagian Bawah (Vena Cava Inferior)

Yakni jenis pembuluh vena yang memiliki fungsi sebagai penerima dan medium pengangkut darah dari bagian tengah hingga bagian bawah tubuh, seperti bagian badan dan kaki.

5.2 Pembuluh Vena Superfisialis

Pembuluh vena superfisialis atau dapat disebut pembuluh cutanea adalah jenis pembuluh vena cava yang terletak di bawah kulit dan tidak berada dekat dengan pembuluh arteri.

Pembuluh vena superfisialis biasa menjadi tempat pengambilan darah guna mengecek kadar kolesterol, gula darah, dan lain-lain.

Selain tiga jenis pembuluh vena cava di atas, pembuluh vena juga terbagi lagi menjadi empat jenis pembuluh vena, antara lain:

5.3 Pembuluh Vena Pulmonalis

Yakni pembuluh vena yang memiliki fungsi sebagai wadah dari darah yang kaya akan oksigen, yang dihirup oleh paru-paru, lalu kemudian dibawa oleh pembuluh vena menuju jantung.

Pembuluh vena pulmonalis
Pembuluh vena pulmonalis

Pembuluh ini juga disebut sebagai pembuluh vena paru-paru, yang kemudian terbagi menjadi dua jenis pembuluh vena pulmonalis, yakni vena pulmonalis bagian kiri dan vena pulmonalis bagian kanan.

5.4  Pembuluh Vena Dalam

Yang juga dapat disebut sebagai deep vein, dan terletak berdampingan dengan pembuluh nadi atau pembuluh arteri. Jenis pembuluh vena yang sama-sama disimpan pada pembungkus dan tidak terlihat mata apabila dilihat dari luar.

6. Letak Pembuluh Darah Vena

Berdasarkan letak, kami akan membahas pembuluh vena yang terletak di bagian lengan dan kaki. Berikut penjelasannya:

6.1 Pembuluh Darah Vena di Lengan

Dimulai dari arkus vena palmaris yang meluas dari bagian tangan menuju lengan bawah dan berkumpul menjadi dua bagian besar, yakni vena radialis dan vena ulnaris.

Ketika vena ulnaris dan vena radialis mencapai lipatan siku atau fosa kubiti, pembuluh-pembuluh vena ini kemudian bergabung menjadi vena brakhialis.

Pembuluh darah vena di lenganPembuluh darah vena di lengan
Pembuluh darah vena di lengan

Kemudian, ketika vena brakhialis meluas melalui bagian lengan atas, pembuluh vena ini lalu bergabung dengan vena superfisialis lengan untuk membentuk vena aksilaris yang juga melewati bagian axilla atau ketiak dan menjadi vena subklavia di dalam rongga toraks.

Pembuluh vena subklavia kemudian membawa darah dari bagian lengan dan dari area dada atau toraks menuju vena cava superior.

6.2 Pembuluh Darah Vena di Kaki

Semua darah yang meninggalkan bagian kapiler-kapiler di setiap jari kaki akan bergabung membentuk jaringan vena plantaris.

Lalu, jaringan plantaris ini akan mengalirkan darah menuju pembuluh vena dalam kaki, yakni vena tibialis anterior, tibialis posterior, femoralis dan poplitea.

Pembuluh vena di kaki
Pembuluh vena di kaki

Kemudian, pembuluh vena safena magna dan pembuluh vena safena parva superfisial akan mengalirkan darah pada telapak kaki dari bagian arkus dorsalis menuju bagian vena poplitea dan vena femoralis.

7. Perbedaan Pembuluh Vena dan Arteri

Tabel perbedaan pembuluh darah vena dan arteri
Tabel perbedaan pembuluh darah vena dan arteri

7.1 Berdasarkan Percabangan

Pembeda terakhir dari pembuluh darah arteri dan pembuluh vena adalah percabangan masing-masing pembuluh.

Pembuluh arteri yang terbesar diberi nama aorta. Dari pembuluh aorta ini, darah yang mengandung banyak oksigen disalurkan ke seluruh tubuh melalui cabang-cabang pembuluh yang akan terus mengecil.

Selain itu, pembuluh arteri dan cabang-cabangnya juga memberi asupan oksigen dan asupan darah ke berbagai organ serta jaringan pada tubuh.

Di sisi lan, pembuluh vena tidak mempunyai banyak percabangan.

Pembuluh vena yang menjadi tempat aliran darah tanpa kandungan oksigen dari bagian kepala dan tangan ke jantung, dinamakan vena cava superior.

Sedangkan pembuluh vena yang mengalirkan darah tanpa oksigen dari perit dan kaki, disebut vena cava inferior.

7.2 Berdasarkan Fungsi

Dari segi fungsi, arteri adalah pembuluh darah yang menyalurkan darah kaya dengan oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.

Sedangkan, pembuluh vena memiliki fungsi untuk mengembalikan darah hasil metabolisme atau yang sudah tidak mengandung oksigen kembali ke jantung.

7.3 Berdasarkan Katup

Faktor satu ini merupakan faktor paling penting untuk membedakan pembuluh arteri dan pembuluh vena. Pembuluh vena mempunyai katip yang berguna untuk mencegah darah mengalir ke arah yang salah.

Di sisi lain, pembuluh arteri tidak mempunyai katup karena darah yang melewati pembuluh tersebut hanya mengalir satu arah.

Katup paling utama untuk pembuluh vena terletak di bagian tangan dan kaki.

Katup pada dua bagian tubuh tersebut memiliki fungsi untuk ‘menutup akses’ agar darah yang telah dibawa naik ke jantung, tidak turun ke jaringan dan organ lain akibat adanya gaya gravitasi.

Di sisi lain, arteri sebagai penyalur darah yang kaya akan oksigen dari jantung ke seluruh tubuh tidak memerlukan katup tersebut karena hanya mengalir satu arah.

8. Gangguan pada Pembuluh Darah Vena

8.1 Insufisiensi Vena

Sebuah kondisi ketika pembuluh darah vena mengalami kesulitan mengalirkan darah dari bagian tungkai kaki bagian bawah menuju jantung.

Gangguan pembuluh darah vena - Insufisiensi Vena
Gangguan pembuluh darah vena – Insufisiensi Vena

Kondisi ini menyebabkan darah tidak dapat mengalir kembali dengan efisien menuju jantung hingga menimbulkan penumpukan darah pada pembuluh darah di kaki.

Gejala yang biasa didapatkan berupa rasa sakit dank ram di bagian tungkai bawah (paha dan betis), rasa gatal dan kesemutan dan rasa nyeri saat berdiri.

8.2 Malformasi Arteri Vena

Sebuah kondisi adanya pertumbuhan yang tidak normal pada pembuluh arteri dan vena. Yang dimaksud dengan pertumbuhan yang tidak normal adalah ketika pembuluh arteri dan vena individu terhubung secara langsung tanpa melalui kapiler.

Kondisi ini menyebabkan munculnya gangguan pada sistem peredaran darah di tubuh hingga berpotensi menyebabkan kematian.

8.3 Varises

Sebuah kondisi membesar dan terpuntirnya pembuluh vena di kaki. Varises ini dapat terjadi pada berbagai pembuluh vena di dalam tubuh, namun biasanya sering terjadi di daerah betis dan kaki.

Penyakit ini disebabkan oleh aktivitas berdiri dan berjalan yang dapat meningkatkan tekanan pada vena bagian kaki.

Penyakit Varises
Penyakit Varises

Dalam beberapa kasus, varises vena adalah permasalahan estetika pada tubuh, namun sebagian lain menyebabkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan.

Varises termasuk dalam penyakit umum yang biasa menjangkiti 30% orang dewasa dengan kondisi orang lanjut usia, wanita, individu yang mengalami kelebihan berat badan dan individu yang harus berdiri dalam jangka waktu yang lama memiliki resiko varises lebih tinggi.

Sekian penjelasan kami mengenai pembuluh darah vena. Semoga dapat berguna bagi pembaca sekalian ya!

Materi Seru Lainnya


Leave a Comment