3 Pembagian Waktu di Indonesia (WIB, WITA, dan WIT)

Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar kata ‘waktu’?

Bergantinya siang ke malam? Perubahan angka pada jam layar ponsel? Detak jam dinding selama 24 jam tanpa henti? Penanda awal dan akhir suatu kegiatan?

Banyak sekali definisi dari kata ‘waktu’. Berbeda orang, maka berbeda pula sudut pandang dan persepsi mereka perihal waktu.

Lalu, pernahkah Anda bertanya-tanya darimana asalnya waktu? Bagaimana wilayah Indonesia dapat dibagi menjadi 3 zona waktu yang berbeda padahal berada di negara yang sama? Dari mana asalnya pembagian itu?

Tenang! Kami akan membahas pembagian waktu di Indonesia di artikel kali ini. Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

1. Sejarah Penetapan Zona Waktu di Indonesia

Dunia secara sah terbagi menjadi beberapa zona waktu melalui Konferensi Meridian Internasional di Washington DC, pada Oktober 1884, dengan membagi selisih waktu paling cepat dan paling lambat dari wilayah Greenwich sebanyak 12 jam. Namun, hal ini tidak berlaku bagi untuk pembagian waktu di Indonesia.

Indonesia yang saat itu berada di bawah kepenjajahan tidak sepenuhnya mengikuti standar GMT atau Greenwich Meridian Time.

Sejarah Pembagian Waktu di Indonesia
Sejarah Pembagian Waktu di Indonesia

Meski ikut menyetujui gagasan tersebut, Belanda belum sepenuhnya merumuskan pembagian waktu untuk wilayah jajahan. Belanda pada akhirnya menetapkan pembagian waktu di tahun 1908.

Atas desakan staats sporwegen atau aliansi kereta api di Indonesia, Belanda akhirnya menetapkan dua wilayah memiliki zona waktu tersendiri melalui Gouvernements Besluit di 6 Januari 1908.

Keputusan tersebut mencakup Jawa Tengah dan Batavia memiliki perbedaan waktu 12 menit. Dengan kesimpulan, Batavia memiliki waktu 12 menit lebih lambat dari Jawa Tengah sebagai ‘greenwich’ Belanda.

Peraturan ini akhirnya ditetapkan secara resmi di 1 Mei 1908 dengan pemberlakuan mencakup wilayah Jawa dan Madura.

Pada 22 Februari 1918, wilayah Sumatra Barat, Sumatra Timur, dan Balikpapan menjadi wilayah di luar Jawa pertama yang mendapat pembagian waktu.

Padang memiliki perbedaan waktu 39 menit lebih lambat dibandingkan Jawa Tengah dan Balikpapan dengan selisih 8 jam 20 menit lebih cepat dari Greenwich.

Di 1 Januari 1924, terdapat peraturan baru yang menetapkan Jawa Tengah dan Greenwich memiliki perbedaan waktu sebanyak 7 jam 20 menit lebih cepat.

Di luar itu, pembagian zona waktu tiap daerah ditentukan melalui Hoofden van Gewestelijk Bestuur in Buitengewesen.

Perbedaan zona waktu kembali berubah pada tahun 1930-an dengan adanya penerbangan internasional Hindia Belanda – Singapura dan Australia.

Pembagian Wilayah Waktu di Indonesia
Pembagian Wilayah Waktu di Indonesia – Ilustrasi : statmat.id

Melalui peraturan Bij Gouvernment Besluit van 27 Juli 1932 no. 26, Staatsblad No. 412 yang membagi Hindia Belanda menjadi 6 zona waktu sehak 11 Novermber 1932. Zona ini membagi wilayah Hindia Belanda dengan selisih waktu 30 menit.

Peraturan kembali berubah ketika Belanda menyerahkan Hindia Belanda kepada Jepang di tahun 1942. Jepang melakukan perubahan waktu menyesuaikan dengan kebutuhan militer dan propagandanya.

Selama 20 Maret 1942 hingga 16 September 1945, waktu di Hindia Belanda disamakan dengan waktu Tokyo (GMT +9). Hal ini untuk mempermudah mengatur daerah pendudukan Jepang di Asia.

Setelah melalui banyak perubahan zona waktu menyesuaikan dengan kepentingan serta pertimbangan yang ada, zona pembagian waktu di Indonesia ditetapkan menjadi tiga wilayah, yakni barat, tengah dan timur dengan selisih tiap zona sebanyak 1 jam.

Hal ini resmi dilakukan sejak 1 Januari 1964 dan untuk meredam banyaknya protes, dibuatlah Keppres RI No. 41 Tahun 1987 dengan menyatakan tidak ada perubahan pembagian zona waktu baru dan hanya menukar beberapa wilayah.

Seperti Bali yang masuk ke zona tengah dengan pertimbangan pariwisata, serta Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah masuk ke zona barat dari zona tengah.

2. Pembagian Waktu di Indonesia

Meski berada di negara yang sama, wilayah-wilayah di Indonesia terbagi menjadi beberapa zona waktu, yaitu barat (WIB), tengah (WITA) dan timur (WIT). Hal ini disebabkan luasnya wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan luas ±1,9 juta km per segi dan letak geografis Indonesia pada 95˚ Bujur Timur sampai 114˚ Bujur Timur.

Pembagian ini termasuk dalam Keputusan Preiden No. 41 Tahun 1987. Berikut penjelasan pembagian waktu di Indonesia.

A. Waktu Indonesia bagian Barat (WIB)

Pembagian waktu di Indonesia yang pertama adalah Waktu Indonesia bagian Barat atau sering disingkat WIB . WIB merupakan salah satu pembagian zona waktu yang ada di Indonesia. Wilayah yang masuk ke zona ini adalah wilayah yang mencakup garis 105˚ Bujur Timur.

Perbedaan pembagian zona waktu di Indonesia dengan zona waktu bagian wilayah Indonesia lainnya adalah selisih 1 jam.

Waktu Indonesia Barat
Waktu Indonesia Barat

Namun, wilayah Barat memiliki perbedaan 2 jam dengan wilayah Timur yang termasuk dalam kalkulasi pembagian zona waktu. Di sisi lain, Waktu Indonesia bagian Barat ini memiliki selisih waktu 7 jam dari wilayah Greenwich.

Berikut wilayah-wilayah yang termasuk dalam Waktu Indonesia bagian Barat (WIB):

• Area Sumatera

Untuk area Sumatera yang masuk dalam Waktu Indonesia bagian Barat adalah Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung dan Bengkulu.

• Area Jawa

Untuk area Jawa, provinsi yang termasuk dalam Waktu Indonesia bagian Barat adalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

• Area Kalimantan

Provinsi yang meliputi area Kalimantan untuk Waktu Indonesia bagian Barat adalah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

B. Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA)

Kemudian pembagian waktu di Indonesia ada Waktu Indonesia bagian Tengah atau sering disebut dengan WITA. WITA sendiri mencakup wilayah yang berada pada garis 120˚ Bujur Timur.

Area Waktu Indonesia bagian Tengah memiliki perbedaan waktu yang seimbang dengan wilayah Barat dan Timur, yakni masing-masing selisih 1 jam per wilayah.

Waktu Indonesia Tengah
Waktu Indonesia Tengah

Wilayah-wilayah yang termasuk dalam Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA) adalah sebagai berikut:

• Area Kalimantan

Untuk area Kalimantan, provinsi yang termasuk dalam Waktu Indonesia bagian Tengah adalah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

• Area Bali dan Nusa Tenggara

Provinsi yang meliputi area Bali dan Nusa Tenggara untuk Waktu Indonesia bagian Tengah adalah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

• Area Sulawesi

Untuk area Sulawesi, provinsi yang termasuk dalam Waktu Indonesia bagian Tengah adalah Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

C. Waktu Indonesia bagian Timur (WIT)

Dan pembagian waktu di Indonesia yang terakhir ada Waktu Indonesia bagian Timur atau WIT. WIT ssendiri mencakup wilayah yang berada pada garis 135˚ Bujur Timur.

Sama dengan bagian Barat, Waktu Indonesia bagian Timur memiliki selisih satu jam dengan wilayah Tengah dan selisih dua jam dengan bagian Barat.

Waktu Indonesia Timur
Waktu Indonesia Timur

Wilayah-wilayah yang termasuk dalam Waktu Indonesia bagian Timur (WIT) adalah sebagai berikut:

• Area Maluku

Untuk area Maluku, provinsi yang termasuk dalam Waktu Indonesia bagian Timur adalah Maluku Utara dan Maluku.

• Area Papua

Untuk area Papua, provinsi yang termasuk dalam Waktu Indonesia bagian Timur adalah Papua Barat dan Papua.

FAQ (Yang Sering Ditanyakan)

Apa itu Greenwich?

Greenwich merupakan sebuah distrik atau wilayah kecil yang terletakdi tenggara London, Inggris, tepatnya berada di Royal Borough of Greenwich, 8,9 km di timur tenggara Charing Cross.

Greenwich dipilih sebagai pusat pembagian zona waktu dunia berdasarkan garis bujur yang melewati wilayah Greenwich, yakni garis bujur 0˚ yang membelah bumi menjadi wilayah Barat dam Timur.

Untuk pembaca yang tinggal di bagian timur Greenwich, seperti Indonesia, maka waktu di negara tempat tinggal Anda akan lebih cepat dari waktu Greenwich. Biasa disimbolkan dengan tanda plus (+).

Sedangkan untuk Anda yang tinggal di wilayah barat Greenwich, seperti Amerika, maka waktu di negara Anda lebih lambat dari waktu Greenwich dan disimbolkan dengan tanda minus (-).

Pembagian zona waktu dunia secara sah ditetapkan melalui Konferensi Meridian Internasional di Washington DC, pada Oktober 1884.

Kota Greenwich
Kota Greenwich – Sumber: VisitLondon

Waktu yang ada sekarang berdasarkan kesepakatan internasional dengan mengadopsi waktu di Greenwich, yang disebut Greenwich Mean Time (GMT) yang digunakan sebagai patokan waktu internasional, yang kemudian disebut Universal Coordinated Time (UCT).

Di wilayah Greenwich, terdapat sebuah observatorium kerajaan yang digunakan untuk mengamati posisi matahari. Mulanya, pengamatan dilakukan untuk kepentingan pelayaran dan maritim negara Inggris.

Namun dengan semakin berkembangnya dunia dan berkembang pula gaya hidup dan dinamisme masyarakat, ketepatan waktu sangat dibutuhkan untuk kegiatan sehari-hari.

Seperti penetapan waktu berangkat kereta, pesawat, maupun jam masuk sekolah.

Sebelum adanya GMT, tiap negara dan tiap kota di bumi memiliki penetapan waktu yang berbeda satu sama lain, sehingga mempersulit tamu asing yang sedang berkunjung.

Hal ini menjadi salah satu faktor adanya penetapan zona waktu internasional.

Apa itu Letak Astronomis?

Yang dimaksud dengan letak astronomis adalah letak suatu daerah berdasarkan garis lintang serta garis bujur yang melintas di daerah tersebut.

Garis lintang adalah garis imajiner atau garis khatulistiwa (0˚) yang melintang di permukaan bumi, dari barat ke timur. Lebih lanjut, garis lintang sendiri terbagi menjadi dua, yakni Lintang Utara (LU) dan Lintang Selatan (LS).

Garis bujur adalah garis imajiner yang membujur dari Kutub Utara hingga Kutub Selatan. Sama seperti garis lintang, garis bujur juga terbagi menjadi dua, yakni Bujur Barat (BB) dan Bujur Timur (BT).

Letak Astronomis Indonesia
Letak Astronomis Indonesia – Sumber:BerbagiReviews

Garis bujur barat terletak di sebelah barat garis bujur 0˚, yakni terletak di Kota Greenwich, London, Inggris. Sedangkan garis bujur timur terletak di sebelah timur dari Kota Greenwich.

Letak dari garis bujur ini sangat mempengaruhi perbedaan waktu. Misalnya, wilayah dan pembagian waktu di Indonesia yang dibagi menjadi 3 zona, yakni Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia bagian Timur (WIT).

Kenapa Terjadi Zona Waktu?

Adanya zona waktu yang ada secara internasional maupun yang ada di Indonesia merupakan dampak dari rotasi bumi pada orbitnya, hingga muncul perbedaan waktu.

Rotasi bumi adalah pergerakan bumi pada porosnya yang menggerakkan bumi dari barat ke timur. Waktu yang dibutuhkan bumi untuk melakukan 1 rotasi penuh adalah 24 jam lamanya.

Bumi sendiri dibagi dalam 360˚, dalam garis-garis imajiner yang membentang secara vertikal, dinamakan garis bujur.

Alasan Terjadi Zona Waktu
Alasan Terjadi Zona Waktu – Ilustrasi : statmat.id

Garis ini dimulai dari 0˚ yang terletak di Kota Greenwich, London, Inggris, ke arah timur sebanyak 180˚ bujur timur dan ke arah barat sama besar jumlahnya, yakni 180˚ bujur barat. Pertemuan dua garis ini terletak di Samudera Pasifik.

Dengan 360˚ garis bujur dan rotasi bumi yang memerlukan waktu 24 jam, maka dalam satu jam bumi menempuh 15˚ garis bujur.

Ditarik kesimpulan, dari perbedaan 15˚ garis bujur yang ada menyebabkan adanya perbedaan waktu lokal sebanyak 1 jam lamanya dan menciptakan beberapa zona waktu, baik secara internasional maupun lokal per negara dan per kota yang ada di dunia.

Semoga artikel kali ini dapat memberi informasi para pembaca sekalian, ya!


Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.