Metamorfosis Capung

M

Siapa yang tidak mengenal capung? Hewan satu ini biasa disebut hewan paling tertib, karena menggunakan helm saat terbang kemanapun. Hehe ya, kepala capung memang sangat mirip dengan helm yang biasa kita kenakan. Salah satu keunikan yang dimiliki capung.

Saat kita kecil, tentu telah terbiasa menangkap capung ini di sekitar rumah. Terutama pada sore hari, capung akan banyak beterbangan di rumput, pohon, dan bunga-bunga.

Jika kamu telah mengetahui bentuk dan karakteristik hewan ini, sudahkah kamu mengetahui perjalanan hidupnya? Jika belum, saatnya kamu baca artikel ini hingga akhir ya!

1. Pengertian metamorfosis capung

Metamorfosis capung merupakan serangkaian proses perjalanan hidup capung mulai dari telur hingga dewasa. Dimana secara umum, metamorfosis dibagi menjadi 2 yaitu sempurna dan tidak sempurna.

Perlu sobat ketahui ya, proses metamorfsis capung ini tidak seperti metamorfosis kupu-kupu, meskipun keduanya merupakan hewan yang sering kita temui di taman.

Daur Hidup Capung
Daur Hidup Capung

Daur hidup capung tidak mengalami fase pupa atau kepompong. Jadi si capung ini hanya mengalami fase capung kecil, yang disebut nimfa.

Saat pertama kali telur capung menetas, bentuknya bisa langsung kita identifikasi.

2. Proses metamorfosis capung

Dikata metamorfosis tidak sempurna, bukan merupakan sebuah masalah. Bagaimanapun juga hal ini lah yang sebenarnya sangat menarik untuk dipelajari. Metamorfosis capung banyak memberikan sumbangsih pada pelajaran anak-ana SD. Tentu kita juga harus menghargai itu kan?

Proses metamorfosis pada capung hanya melalui tiga tahap, yakni telur – nimfa (capun kecil) – imago (capung dewasa).

Simpel sekali kan? Bahkan dirasa lebih cepat prosesnya. Tiga tahapan ini bisa kamu lihat penjelasannya di bawah.

a. Telur

Telur Capung
Telur Capung

Proses yang pertama ini merupakan penentu dari hidup si capung. Biasanya sebelum bertelur, capung jantan dan capung betika akan melakukan perkawinan atau pembuahan di udara.

Dan waktu yang dibutuhkan pun juga cukup panjang. Inilah awal proses Metamorfosis Capung.

Setelah itu capung betina akan meletakkan telurnya di tempat yang nyaman dan aman terutama capung akan memilih di lokasi yang lembab atau dekat dengan tempat air dengan tujuan jika telur telah menetas menjadi larva akan lebih mudah untuk mencari makan. Cerdas juga ya.

Telur capung ini butuh waktu dua hari sampai seminggu untuk bisa menetas.

Bentuk telurnya juga sangat lucu, semacam mainan anak yang berbentuk bulat dan memiliki lendir sehingga sangat lentur ketika disentuh.

b. Nimfa

Nimfa Capung
Nimfa Capung

Telur yang cukup umur akan menetas menjadi larva, dan biasanya larva ini akan hidup di air dan memakan organisme apapun yang ada di sekelilingnya.

Larva capung memag bisa hidup di air dan bernafas menggunakan insang internal. Kok bisa ya?

Ya dan ini merupakan hal yang biasa terjadi. Nimfa akan lebih ganas hingga memakan hewan sesamanya.

Nimfa capung ini bisa hidup jauh lebih lama yakni empat minggu bahkan bisa lebih tergantung spesiesnya.

c. Dewasa

Manfaat Capung
Manfaat Capung

Ini merupakan tahap terakhir. Setelah nimfa berpetualang di dalam air, maka selanjutnya ia akan keluar dari perairan dengan menggunkan benda-benda yang ada di sekelilingnya.

Jika ia berhasil keluar dari kulit nimfa, berarti ia telah bersiap menjadi capung dewasa.

Tahap ini bisa disebut tahap penentuan. Umumnya capung belum bisa terbang dan bahkan otgan tubuhnya juga belum sepenuhnya sempurna.

Butuh waktu yang lama untuk menyempurnakan. Capung yang berhasil melewati seleksi alam akan menjadi capung dewasa yang gagah.

3. Manfaat capung

Setelah mengetahui proses metamorfosisnya, kini saatnya untuk mengetahui apa saja manfaat capung bagi manusia.

Banyak sekali sebenarnya yang bisa kita amati. Jika kamu memiliki bak penampungan air di rumah maka tak ada salahnya mencoba untuk membuka di waktu sore.

Manfaat Capung
Manfaat Capung

Disitulah capung akan masuk dan memakan jentik-jentik yang ada pada penampungan air. Ternyata capung juga berperan dalam mencegah penyakit ya.

Selain itu, saat masih menjadi nimfa tidak akan mampu hidup pada perairan yang tercemar. Hal ini bisa menjadi pertanda kondisi sungai di sekitar kita ya.

Oke itulah penjelasan mengenai metamorfosis capung ya, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang makhluk hidup di sekitar serta berusaha menjai generasi yang melestarikannya. Salam Lestari!

About the author

Soleh Hasan Wahid

Saya suka membagikan artikel yang informatif. Dan semoga tulisan saya dapat bermanfaat untuk para pembaca.

...Terima kasih...

Add Comment