interaksi antar kelompok beserta contohnya

Interaksi antar Kelompok dan Contohnya

Halo sobat statmat, membahas soal hubungan sosial itu sangat menarik sekali apalagi tentang interaksi antar kelompok. Untuk artikel kali ini, kita tidak akan membahas seputar matematika, statistika, ataupun pemrograman. Tapi kita akan fokus membahas soal interaksi kelompok beserta dan contohnya.

Untuk kalian yang membutuhkan refrensi mengenai. Berikut adalah daftar isi dari materi di artikel kali ini :

 

Manusia sebagai Makhluk Sosial

Menurut Aristoteles, manusia sejatinya adalah Zoon Politicon.Ini berarti adalah manusia sejatinya adalah makhluk sosial yang membutuhkan individu lain untuk bertahan hidup, meliputi berinteraksi dan hidup berdampingan dalam lingkungan masyarakat.

Manusia akan selalu membutuhkan manusia lain untuk dapat bertahan hidup, sejak kecil hingga tua nanti, tanpa terkecuali. Selain itu, manusia juga membutuhkan manusia lainnya untuk saling berinteraksi, bertukar informasi, saling membantu, dan berkawan satu sama lain.

Contohnya, seperti lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan bermain, lingkungan kerja, dan berbagai lingkungan sosial lainnya. Kita memiliki anggota keluarga, teman, ataupun sahabat sebagai usaha kita dalam bersosialisasi serta bertahan hidup.

Sekumpulan manusia yang hidup dalam satu lingkungan tertentu, tentu harus dapat bertoleransi dengan perbedaan satu sama lain, bersimpati dan berempati, setia kawan, dan tolong-menolong.

Adanya interaksi ini tentu memunculkan suatu peraturan tidak tertulis yang harus dipatuhi, ditaati dan dijalankan oleh anggota lainnya. Atau dapat disebut sebagai norma sosial. Norma ini akan berlaku secara tidak langsung di tengah lingkungan sosial seiring pemahaman sesama anggota terhadap anggota kelompok lainnya.

 

Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah suatu hubungan sosial yang berkaitan dengan individu – individu, individu – kelompok, dan kelompok – kelompok. Agar dapat dikatakan sebagai interaksi sosial, proses sosial harus dilakukan secara aktif oleh kedua belah pihak dengan hubungan timbal balik.

interaksi manusia
interaksi manusia

Beberapa ahli berpendapat bahwa interaksi sosial adalah suatu kegiatan yang nantinya dapat mempengaruhi individu lain, dalam rentang waktu cepat ataupun lambat. Adanya interaksi sosial ini membuat sesama individu saling memahami dan mengerti satu sama lain dalam berbagai aspek.

Atau dapat disimpulkan, interaksi sosial merupakan suatu hubungan antara dua atau lebih individu, dimana perilaku satu individu dapat mempengaruhi, memperbaiki atau mengubah perilaku dan kebiasaan dari individu lainnya, atau sebaliknya.

 

Syarat Interaksi Sosial

syarat terjadinya interaksi sosial
syarat terjadinya interaksi sosial

Terdapat dua syarat agar suatu interaksi beberapa individu dikatakan sebagai interaksi sosial, yakni kontak sosial dan komunikasi.

  • Kontak Sosial, adalah suatu aksi secara individu maupun kelompok untuk melakukan interaksi sosial dengan individu maupun kelompok lainnya dalam bentuk isyarat dan memiliki makna bagi penerima atau lawan bicara. dan pesan yang telah dikirim akan dibalas dalam bentuk reaksi.
    Terdapat beragam kontak sosial yang dilakukan oleh masyarakat di kegiatan sehari-hari, seperti bertegur sapa dengan tetangga, melakukan chatting dengan orangtua di aplikasi messenger, dan lain sebagainya.
  • Komunikasi, adalah suatu bentuk kegiatan atau tindakan yang dilakukan individu untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, dimana orang tersebut akan memberikan reaksi sebagai bentuk pemahaman pesan yang disampaikan.
    Komunikasi sendiri memiliki empat unsur di dalamnya:
    Pengirim: individu yang mengirimkan pesan.
    Penerima: individu atau kelompok yang akan menerima pesan dari pihak pengirim.
    Pesan: informasi yang akan disampaikan oleh pihak penerima kepada pihak pengirim.
    Media: alat atau sarana yang digunakan sebagai pengirim pesan antara pihak pengirim dan penerima.

 

Jenis-Jenis Interaksi Sosial

Interaksi sosial memiliki beberapa bentuk dalam prakteknya, antara lain: a. interaksi antara individu dengan individu, b. interaksi antara individu dengan kelompok, c. interaksi antara kelompok dengan kelompok. Pada artikel kali ini, kami akan lebih berfokus pada interaksi antara kelompok dengan kelompok.

Interaksi Antar Kelompok

Yang dimaksud dengan interaksi antara kelompok dengan kelompok adalah apabila terdaapat interaksi dari dua kelompok berbeda yang saling bertemu. Lebih lanjut, komunikasi antara dua kelompok ini tidak lagi berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya pribadi, namun lebih kepada kepentingan kelompok.

Contoh dari interaksi antar kelompok:

  • Dua atau lebih partai politik yang bersatu untuk memenangkan pemilihan umum di Indonesia.
  • Pertandingan sepak bola antara Indonesia dengan negara lain untuk memenangkan dan mengharumkan nama bangsa di skala internasional.

Masyarakat beragama Islam dan masyarakat beragama lain yang hidup berdampingan dan saling melindungi satu sama lain ketika hari besar masing-masing agama tiba.

Contoh dari interaksi ini dapat dibedakan menjadi dua, yakni dalam konteks positif dan negatif. Antara lain:

1. Asosiatif

Interaksi sosial secara asosiatif adalah suatu hasil interaksi sosial secara positif yang menghasilkan persatuan dan perdamaian.

Contohnya:

a. Akomodasi

Sebuah situasi dimana masyarakat atau suatu anggota kelompok sosial tertentu mematuhi semua norma yang berlaku pada lingkungannya. Bentuk-bentuk akomodasi ini adalah kompromi, mediasi, ajudikasi, eliminasi, koersi, segregasi, dan konsiliasi.

Contohnya, ketika warga beragama Nasrani menghentikan acara mereka ketika mendengar suara adzan dari masjid terdekat. Hal ini menunjukkan toleransi sesama umat untuk mencapai kedamaian dan kerukunan bersama.

b. Asimilasi

Yang dimaksud dengan asimilasi adalah peleburan dua budaya berbeda menjadi satu kebudayaan baru untuk tujuan bersama. Peleburan dua budaya ini mau tidak mau menghilangkan budaya asal salah satu pihak agar sesuai dengan kebudayaan baru.

Contohnya, pemakaian pakaian renang oleh masyarakat Indonesia dengan budaya Timur, mengacu pada pakaian renang budaya Barat di kawasan Bali. Pemakaian pakaian tersebut sudah tepat pada tempatnya, namun tidak semua desain pakaian renang memenuhi acuan budaya Timur.

c. Akulturasi

Seperti asimilasi, namun kebudayaan asli dari masing-masing kelompok masih dapat terlihat; atau dapat disimpulkan, akulturasi adalah perpaduan dua budaya yang menghasilkan budaya baru tanpa menghilangkan budaya asli.

Contohnya: pemakaian pahatan kayu asli Jepara pada masjid, bersanding dengan kaligrafi ayat-ayat Al Qur’an. Pemakaian dua benda dengan perbedaan budaya ini dapat selaras tanpa perlu menghilangkan budaya asli masing-masing.

d. Kooperasi

Yang dimaksud dengan kooperasi adalah suatu usaha kerjasama yang dilakukan beberapa individu untuk mencapai tujuan bersama. Dalam prosesnya, individu-individu ini berusaha saling mendukung, saling membantu dan bersinergi untuk mencapai tujuan.

Contohnya: usaha dua atau lebih partai politik untuk memenangkan pemilihan umum di Indonesia. Di dalam usaha tersebut, tentu ada beberapa peraturan yang dapat menguntungkan masing-masing pihak serta adanya satu tujuan bersama.

 

2. Disosiatif

Jika asosiatif menjelaskan interaksi sosial secara positif, maka disosiatif adalah hasil dari interaksi sosial yang negatif dan dapat menimbulkan perpecahan antar kelompok. Antara lain:

a. Kompetisi

Sebuah usaha yang dilakukan oleh kelompok untuk meraih prestasi tertentu.

Contohnya: Timnas Indonesia melawan Timnas Brunei Darussalam untuk mendapatkan gelar juara sepak bola tingkat Asia Tenggara.

b. Oposisi

Suatu individu atau kelompok yang menjadi pihak lawan atau pihak penentang terhadap suatu sistem. Pelaku oposisi ini disebut dengan oposan.

Contohnya: Partai A yang menjadi pihak oposisi dalam kepemerintahan Presiden B di tahun 2020.

c. Kontravensi

Berada di antara oposisi dan kompetisi, dimana menjadi situasi yang membuat individu atau kelompok merasa bingung karena adanya ketidakpastian dari individu atau kelompok lain.

Contohnya: kelompok A yang merasa bimbang dengan kelompok B dalam pemutusan suatu tujuan baru, dimana kedua kelompok seharusnya bersinergi untuk membentuk suatu gagasan yang baru.

Interaksi sosial tanpa kita sadari selalu terjadi di tengah lingkungan masyarakat, kapanpun dan dimanapun, melalui beragam media. Mulai dari interaksi secara langsung dan bertatap muka, maupun dengan media gawai pintar sebagai sarana interaksi.

Hendaknya, kita sebagai anggota masyarakat dapat melakukan interaksi sosial dengan baik dan benar tanpa melanggar aturan dan norma yang berlaku untuk mencapai kerukunan dan kedamaian bersama.

Semoga penjelasan pada artikel ini dapat membantu para pembaca sekalian, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.