Mengenal Arti Kode Warna Pada Resistor [Contoh Hitungan Lengkap]

Ketika Anda sedang melihat sebuah rangkaian alat elektronik, pasti pernah melihat sebuah komponen dengan gelang warna yang melingkar kecil. Komponen itu disebut juga dengan resistor atau tahanan. Bahkan pada setiap alat elektronik pasti memiliki resistor di dalamnya.

Salah satu bagian yang perlu dipahami pada komponen resistor ini adalah mengenai gelang warna yang melingkar pada komponen tersebut. Karena itu memiliki hubungan dengan seberapa kuat resistor tersebut menjadi tahanan aliran listrik.

Penjelasan Singkat Pengertian Resistor

Resistor memiliki fungsi sebagai tahanan atau penghambat dari aliran listrik yang melewatinya. Biasanya resistor memiliki bahan dasar berupa campuran Carbon. Tapi banyak juga resistor yang menggunakan bahan dasar seperti kawat nikrom.

Biasanya untuk kawat nikrom ini bisa Anda temukan pada alat elektronik rumah tangga, seperti setrika di bagian elemen pemanas. Keberadaan resistor itu akan membantu tegangan yang masuk menjadi lebih kecil sesuai dengan kekuatan dari komponen lain yang ada dalam satu rangkaian.

Untuk menghitung tahanan yang dihasilkan dari sebuah resistor menggunakan satuan ohm. Kemudian untuk melihat sebesar besar ohm pada sebuah resistor, Anda harus membacanya lewat gelang warna yang melingkar di badan resistor. Sehingga penting sekali memahami setiap warna gelang, karena akan menentukan seberapa besar tahanan yang dihasilkan.

Kode Warna Pada Resistor

Kode warna yang melingkar pada setiap resistor akan menunjukkan berapa nilai ohm atau tahanan yang bisa dihasilkan. Sehingga setiap resistor pastinya memiliki kombinasi warna yang berbeda-beda dengan besaran tahanan yang berbeda-beda pula.

Ada resistor yang memiliki empat kombinasi warna, lima kombinasi warna dan enam warna. Semakin banyak kombinasi warna atau gelang warna, maka tahanannya juga semakin tinggi.

Sebenarnya Anda bisa saja membaca berapa ohm tahanan yang ada pada sebuah resistor dengan alat yang bernama Avo Meter, karena dinilai bisa lebih cepat dan efisien. Sangat cocok untuk membantu dan meringankan pekerjaan.

Tapi bagi Anda yang hanya hobi dalam dunia elektronika, bisa dengan menghafal kode warna resistor. Dengan menghafal kode itu Anda bisa menghitung sendiri besaran tahanan tanpa harus menggunakan alat Avo Meter.

Cara Menghitung Nilai Resistor

1.      Resistor Empat Gelang

Kode WarnaGelang Ke 1Gelang Ke 2Gelang Ke 3Tingkat Toleransi
Hitam00x100
Coklat11x1011%
Merah22x1022%
Jingga33x103
Kuning44x104
Hijau55x105
Biru66x106
Ungu77x107
Abu-Abu88x108
Putih99x109
Emas 5%
Perak 10%
Tanpa Warna20%
1K = 1000X103 
Tabel perhitungan nilai resistor

Resistor dengan empat gelang memiliki cara membaca dan menghitung tersendiri. Gelang pertama tahanan satu, gelang kedua tahanan dua, gelang ketiga pangkat sepuluh dan gelang keempat nilai toleransi tahanan.

Contohnya, ada resistor dengan warna urutan warna dari pertama Merah, Kuning, Biru, Biru. Jadi besaran tahanan atau ohmnya adalah Merah gelang pertama=2, Kuning gelang kedua=4, Biru gelang ketiga x106, Biru gelang keempat tidak ada nilai tahanan. Jadi, besaran ohmnya adalah 24×106 ohm.

Contoh kedua, Kuning, Biru, Kuning, Emas. Maka besarnya adalah Kuning gelang pertama=4, Biru gelang kedua=6, Kuning gelang ketiga x104 dan Emas gelang keempat 5%. Jadi, nilai ohmnya yaitu 46x 104 5% ohm atau 460.000 5% ohm atau 460K 5% ohm.

2.      Resistor Lima Gelang

Kode WarnaGelang Ke 1Gelang Ke 2Gelang Ke 3Gelang Ke 4Gelang Ke 5
Hitam000x100 
Coklat111x1011%
Merah222x1022%
Jingga/Orange333x103 
Kuning444x104 
Hijau555x1050,5%
Biru666x1060,25%
Ungu777x1070,10%
Abu-Abu888x108 
Putih999x109 
Emas 5%
Perak 10%
Tanpa Warna
1K = 1000X103  
Tabel perhitungan resistor lima gelang

Kemudian untuk resistor dengan lima gelang, memiliki perbedaan pada hitungan gelang ketiga empat dan lima saja. Untuk cara membacanya juga sama dengan gelang empat, namun pastinya memiliki nilai ohm yang jauh lebih besar.

Contohnya 1 Biru, 2 Kuning, 3 Merah, 4 Hijau, 5 Abu-Abu, maka 64.200K ohm. Lalu contoh lainnya, seperti Kuning, Jingga, Ungu, Abu-Abu Perak, maka ohmnya adalah 437×108 10% ohm.

3.      Resistor Enam Gelang

Kode WarnaGelang Ke 1Gelang Ke 2Gelang Ke 3Gelang Ke 4Gelang Ke 5Gelang Ke 6
Hitam000x100
Coklat111x1011%100 ppm
Merah222x1022%50 ppm
Jingga/Orange333x10315 ppm
Kuning444x10425 ppm%
Hijau555x1050,5% 
Biru666x1060,25% 
Ungu777x1070,10% 
Abu-Abu888x108 
Putih999x109 
Emas 5% 
Perak 10% 
Tanpa Warna 
1K = 1000X103
Tabel perhitungan resistor enam gelang

Salah satu cara penghitungan yang berbeda pada resistor enam gelang adalah pada gelang nomor 6 yang mana akan menggunakan sebutan ppm.

Contoh kasusnya resistor memiliki warna Hijau, Biru, Kuning, Merah, Ungu, Perak. Nilainya adalah 56427 x107 ohm. Contoh selanjutnya  1 Kuning, 2 Putih, 3 Ungu, 4 Hijau, 5 Coklat, 6 Jingga, maka memiliki nilai 4.970.000 1%15 ppm ohm atau sebesar 4.790K 1% 15 ppm.

Namun, sangat jarang sekali ada penggunaan resistor dengan enam gelang. Sebagian besar menggunakan empat gelang sampai lima gelang. Karena enam gelang memiliki besaran tahanan yang sangat tinggi sekali.

Resistor merupakan bagian yang tidak pernah bisa dilepaskan dari rangkaian alat-alat elektronik. Dengan memahami kode warna pada resistor, Anda bisa memperbaiki sendiri alat-alat elektronik di rumah tanpa menggunakan bantuan alat Avo Meter.

Materi Seru Lainnya


Leave a Comment