Perhatian!Rumus error? gunakan google chrome atau firefox

Tutorial Two Stage Least Square Dengan SPSS

Two Stage Least Square dengan SPSS.  Two Stage Least Square (2SLS) adalah suatu metode regresi yang tergolong dalam kelompok analisis persamaan struktural. Suatu metode yang merupakan perluasan dari metode Ordinary Least Square (OLS) yang sangat umum digunakan dalam perhitungan-perhitungan kasus regresi. 2SLS digunakan ketika suatu kasus dimana terdapat korelasi antara error yang di hasilkan dalam suatu model berkorelasi dengan variabel bebasnya.

Two stage least square digunakan pada saat terjadi pemutaran umpan balik (feedback loops) atau disebut juga terjadi dua arah hubungan (non-recursive) dalam model yang kita buat. Secara teknis digambarkan “variabel X mempengaruhi variabel Y dan variabel Y juga mempengaruhi X kembali”.

Langkah-Langkah Estimasi Two Stage Least Square

Ada 2 langkah inti dalam metode ini yaitu :

  1. Menghitung model-model OLS dengan menggunakan variabel-variabel instrumen sebagai prediktor dan prediktor-prediktor yang bermasalah diperlakukan sebagai tanggapan (variabel tergantung).
  2. Nilai-nilai dalam model yang diestimasi pada tahap 1 kemudian digunakan dalam tempat dimana nilai-nilai nyata prediktor-prediktor bermasalah tersebut berada untuk digunakan dalam menghitung model OLS untuk tanggapan kepentingan

Untuk menggunakan metode 2SLS ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yaitu :

  1. Variabel terikat harus menggunakan data kuantitatif berskala interval
  2. Variabel eksplanatori dapat menggunakan data kuantitatif berskala interval dan data kategorikal atau kombinasi antara kedua data tersebut.
  3. Variabel instrumental harus menggunakan data kuantitatif berskala interval

Contoh Kasus Two Stage Least Square Dengan SPSS

Pengolahan Two Stage Least Square dengan SPSS

Berikut data yang disajikan sebagai contoh:

Two Stage Least Square Dengan SPSS

Tahap pertama : memilih “instrumen”

  1. Klik transform , lalu pilih create time series

    Two Stage Least Square Dengan SPSS

  1. Pada pilihan function pilih lag
  2. Pindahkan CD purchases[buycd] dan book purchases[buybk] ke kolom variable -> new name sehingga muncul variabel baru dengan nama buycd_1 dan buybk_1 dan muncul output berikut :

     

    TUTORIAL TWO STAGE LEAST SQUARE DENGAN SPSS 16

Tahap kedua : melakukan analisis dengan prosedur 2SLS

  1. Klik analyze, kemudian pilih regression, pilih 2 stage least square
  2. pilih variabel “special offer purchases[buyoff]” dan pindahkan ke kolom dependent
  3. pilih variabel “cd purchases[buycd]”,”book purchases[buybk]”,”appliance offer[offer_type1]”, dan “checks offer[offer_type2]” dan pindahkan ke kolom explanatory
  4. pilih variabel “appliance offer[offer_type1]” ,”checks offer[offer_type2]”,”log of cd club discount[indisccd]”,”log of book club discount[indiscbk]”,”lags[buycd,1]”,”lags[buybk,1]”. Dan pindahkan ke kolom instrumental
  5. klik ok

    Two Stage Least Square Dengan SPSS

Hasil dan Interpretasi Two Stage Least Square Dengan SPSS

Bagian deskripsi model

 

TUTORIAL TWO STAGE LEAST SQUARE DENGAN SPSS 14

Tabel ini menunjukkan tipe dari variabel yang telah ditentukan. Contoh untuk variabel buyoff ditentukan sebagai variabel terikat (dependen).

Bagian ringkasan model

TUTORIAL TWO STAGE LEAST SQUARE DENGAN SPSS 13

  1. koef. Korelasi ganda (multiple R) sebesar 0,383 menggambarkan hub. Linier antara nilai-nilai variabel terikat yang diobservasi dengan nilai-nilai model yang diprediksi. Nilai 0,383 menunjukkan hub. Lemah dan positif karena dibawah 0,5.
  2. Koef. Determinasi (R2) sebesar 0,147 (14,7%) menunjukkan proporsi variasi pada variabel terikat yg dijelaskan oleh model yang dibuat sedangkan sisanya 0,853 (85,3%) dijelaskan oleh faktor lain diluar model
  3. Adjusted R2 digunakan untuk perbandingan antar model, makin besar maka model makin baik
  4. Std. Error of the estimate adalah kesalahan baku dalam membuat estimasi variabel terikat yang didasarkan pada model

Bagian tabel anova

TUTORIAL TWO STAGE LEAST SQUARE DENGAN SPSS 12

Tabel ini digunakan untuk menguji kelayakan model secara statistik. Apabila nilai signifikansi < 0,05 maka model dapat dikatakan sudah layak / bagus. Karena nilai signifikansi pada kasus ini sebesar 0,005 (kurang dari 0,05) maka model yang terbentuk sudah layak.

Bagian koefisien

TUTORIAL TWO STAGE LEAST SQUARE DENGAN SPSS 11

Pada bagian ini akan dilihat nilai signifikansi dari setiap variabel. Hanya yang mempunyai nilai signifikansi < 0,05 yang dikatakan variabel berpengaruh secara signifikan dan akan dimasukkan ke dalam model persamaan. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa variabel yang berpengaruh signifikan adalah buycd dan offer_type 2. Sehingga model yang terbentuk adalah :

Buyoff = -1,511 + 0,353buycd + 0,303offer_type2

Demikian artike mengenai Tutorial Two Stage Least Square Dengan SPSS. Jika berkenan mohon tinggalkan komentar anda dibawah untuk mendukung artikel ini.

Kami mohon maaf atas gagalnya beberapa gambar muncul beberapa waktu lalu, kami telah melakukan update gambar tersebut. Terima kasih.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *